Breaking News:

Program Pendidikan Akuntansi BCA untuk Indonesia

Menurut Inge, PPA tidak hanya dirancang untuk memberi peserta pengetahuan mengenai akuntansi dan penerapannya dalam dunia perbankan.

BCA
Program Pendidikan Akuntansi BCA untuk Indonesia 

JAKARTA – Kualitas manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan suatu negara. Dengan penduduk yang berkualitas berbagai potensi ekonomi dan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat diolah dan dikelola dengan baik Menyadari pentingnya hal tersebut, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) lantas mengembangkan Program Pendidikan Akuntansi (PPA) secara berkesinambungan. Calon pesertanya dikenai persyaratan yang sangat ketat.

Tak pernah terlibat narkoba serta pelanggaran hukum, dan tidak pernah tinggal kelas. Tiga poin itu merupakan bagian dari sederet syarat wajib yang harus dimiliki calon peserta program yang sudah berlangsung selama 18 tahun.

“Syarat ketat itu diberlakukan untuk menjaring pelajar-pelajar berprestasi, agar dapat berkompetisi di dunia kerja. Mereka merupakan tamatan SMA atau SMK beberapa daerah yang lulus seleksi,” ujar Sekretaris Perusahaan BCA, Inge Setiawati.

Menurut Inge, PPA tidak hanya dirancang untuk memberi peserta pengetahuan mengenai akuntansi dan penerapannya dalam dunia perbankan. Namun juga diarahkan untuk membentuk mereka menjadi calon pekerja dengan karakter yang berkualitas dan terpuji.

Itu sebabnya, BCA memberi perhatian yang tinggi pada aspek psikologis. Bahkan para staf yang mengelola PPA harus menyediakan waktu untuk menggali lebih dalam hingga dapat lebih mengenali kepribadian masing-masing peserta, dan dapat mendorong mereka untuk mengeluarkan potensi terbaik.

Peserta PPA tidak hanya berasal dari Jakarta. “Beberapa tahun terakhir kami berhasil merekrut anak-anak dari luar Jawa. Seperti Ambon, Papua, Palu, Kendari, Bali, dan lain-lain. Mereka datang dari berbagai latar belakang keluarga. Kami menerapkan peraturan sangat ketat di sini,” Lena Setiawati, Kepala Divisi Pembelajaran dan Pengembangan BCA, memaparkan.

Peserta yang dinyatakan lulus kemudian mengikuti pendidikan di Jakarta. Mereka dididik, dibina, dan diayomi selama dua setengah tahun oleh dosen-dosen dari beberapa universitas ternama di Indonesia maupun praktisi bisnis berpengalaman, yang rata-rata lulusan Magister (S2) atau Doktor (S3).

Mereka tidak hanya diberikan teori, melainkan  juga praktik kerja di setiap divisi BCA. PPA juga memiliki mekanisme proses  mengajar yang acap kali melibatkan diskusi antara pelajar dengan beberapa dosen dalam satu mata pelajaran.

Sebagai bentuk kepedulian kepada kemajuan dunia pendidikan nasional, BCA telah menjalankan PPA sejak 1996. Pada akhir tahun 2013, jumlah peserta program PPA tercatat sebanyak 342 orang, yang terdiri dari 8 kelas (batch 26-33). Sebanyak 77 peserta berhasil menyelesaikan program ini dan 76 diantaranya memilih untuk bergabung dengan BCA sebagai karyawan tetap pada tahun 2013, selebihnya masih menjalani program tersebut.

Inge mengatakan, PPA merupakan program tanggungjawab sosial yang bertujuan mendidik pelajar  untuk mengetahui lebih dalam tentang ilmu akuntansi dan perbankan. “Program ini ditujukan kepada lulusan SMA dan SMK sederajat berprestasi, namun terkendala dalam hal finansial untuk melanjutkan pendidikannya,” ujar Inge belum lama ini.

Nongelar Setara S1

PPA setara S1 yang diselenggarakan BCA merupakan salah satu pilar Solusi Cerdas Bakti BCA. Program ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK atau sederajat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang akuntansi.

Pendidikan diberikan di Pusat Pelatihan BCA di Wisma Asia, Jakarta, selama 30 bulan dalam 6 catur wulan. Mereka belajar setiap Senin-Jumat, dari pukul 08.00 – 16.30, dan Sabtu pukul 09.00-14.00 WIB. Mereka mendapatkan fasilitas buku gratis, coffee break pagi hari, akses laboratorium komputer, dan uang saku yang dapat dialokasikan untuk makan atau akomodasi setiap bulannya.

Untuk menjamin kualitas lulusan, dilakukan evaluasi per catur wulan yang  dinyatakan dalam bentuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Peserta dengan hasil IPK di bawah 2,75, tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Pola pendidikan PPA menekankan pada aspek-aspek kejujuran, integritas, dan kapabilitas. “Selama belajar,  mereka harus taat pada aturan yang sangat ketat. Siswa yang ketahuan mencontek akan langsung diberhentikan. Demikian pula dengan siswa yang absen sebanyak tiga kali akan diberi peringatan,” ujar Manager Pengembangan Pendidikan BCA, Herlina Pranoto.

“Tidak heran bila alumnus yang bekerja di BCA banyak menorehkan prestasi dan diminati oleh unit-unit kerja” ungkap Herlina.

Nah, melalui pendidikan akuntansi nongelar ini, BCA berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan di Tanah Air.***

Admin: Sponsored Content
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved