RUU Pilkada

PKS Anggap Pilkada Lewat DPRD Bikin Biaya Tidak Bengkak

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu partai yang memilih Pilkada melalui DPRD

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu partai yang memilih Pilkada melalui DPRD. Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq menilai Pilkada melalui DPRD dapat menghemat biaya demokrasi.

"Pilkada langsung yang selama ini berjalan, yang pertama adalah high cost democracy," kata Mahduz di Gedung DPR, Jakarta, Jakarta (8/9/2014).

Mahfud menegaskan Pilkada melalui DPRD sesuai dengan visi misi KPK dalam mencegah terjadinya praktik korupsi.

"Menurut KPK pun yang mendorong praktik korupsi, sebagaimana DPR dengan pemilihan langsung dan suara terbanyak saja,  biaya politik kuat bisa membengkak, dan menjadi motif korupsi," katanya.

Mahfudz menuturkan pola pilkada langsung memperbesar politik uang. Masyarakat, kata Ketua Komisi I DPR itu juga menjadi tidak peduli dengan calonnya.

"Kecuali calonnya sangat kredibel dan menonjol. Tapi kita juga sadar proses kaderisasi di kita masih relatif lemah," imbuhnya.

Mahfudz juga mengatakan penyelenggara pemilu belum maksimal dalam menjalankan tugasnya. Hal itu terbukti dari banyaknya oknum
penyelenggara pemilu yang terlibat dalam berbagai kasus.

"Ini memperbesar penyalahgunaan kekuasaan. Pemilihan langsung itu bagus, tapi kalau sistem itu tidak bisa kita atasi maka itu harus membuat kita lebih terbuka melihat cara lain," ujarnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved