Duet Jokowi JK

RUU Pilkada, PKB akan Adu Lobi dengan Partai Pendukung Prabowo-Hatta

Selain itu, Malik mengakui jajaran elit parpol, seperti ketua umum, juga akan bergerak untuk melakukan lobi tersebut

RUU Pilkada, PKB akan Adu Lobi dengan Partai Pendukung Prabowo-Hatta
Logo PKB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Panja RUU Pilkada dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain mengatakan, fraksinya, PKB, akan berupaya terus beradu lobi-lobi politik terhadap para anggota fraksi parpol pendukung capres-cawapres Prabowo-Hatta atau Koalisi Merah-Putih (KMP) agar setuju mekanisme pilkada langsung.

Diketahui, terakhir pasukan KMP, yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PAN dan PPP, kompak menginginkan mekanisme pilkada (gubernur, wali kota dan bupati) dalam RUU Pilkada digelar melalui pemilihan di DPRD.

"Kami akan yakinkan teman-teman KMP. (Caranya) kami selalu berdebar di forum-forum RUU ini," ujar Malik di depan ruang Komisi II, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Selain itu, Malik mengakui jajaran elit parpol, seperti ketua umum, juga akan bergerak untuk melakukan lobi tersebut.

"Kami sendirinya awalnya sebagai anggota Panja juga disuruh lobi untuk meyakinkan. Sama elit-elit kami juga melakukan lobi. Kami juga melobi, termasuk saya melobi ketua panja (Abdul Hakam Naja-fraksi PAN)," kata Malik kepada Hakam yang menghampirinya.

Hakam menjawab pengakuan lobi Malik tersebut. Hakam menyebut justru fraksi PKB lebih menginginkan pilkada digelar melalui mekanisme DPRD.

"Kalau dibilang PKB langsung, itu tidak betul, karena PKB lebih justru lebih setuju lewat DPRD," kata Hakam diikuti senyumnya.

Malik menimpali pernyataan Hakam tersebut. Menurut Malik, justru fraksi PKS yang tidak konsisten lantaran semula mendukung pilkada langsung justru kini ingin pilkada digelar melalui DPRD.

"Kan sikap saya yang disampaikan di forum resmi. Yah, nanti tunggu lagi di forum," jawab Hakam.

Menurut Malik, pembahasan dan keinginan masing-masing fraksi terkait RUU Pilkada saat ini kental dengan kepentingan politik sesaat.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved