Ahok Bantah Keluar dari Gerindra karena Iming-iming Menteri

sikapnya tersebut tidak perlu dikaitkan dengan hal lain, termasuk kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang

Ahok Bantah Keluar dari Gerindra karena Iming-iming Menteri
Tribunnews/Dany Permana
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan bukti tanda terima surat pengunduran dirinya dari Partai Gerindra di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014). Ahok menyatakan mundur karena sikap Gerindra yang mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) kembali dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak lagi sejalan dengan dirinya. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan pilihannya keluar dari keanggotaan Partai Gerindra murni karena perbedaan pandangan yang sifatnya prinsipil. Sehingga lanjut Ahok sikapnya tersebut tidak perlu dikaitkan dengan hal lain, termasuk kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang.

“Enggak ada. Aku sudah sampaikan beberapa kali,” ujar Ahok di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Ahok mengatakan menjadi Gubernur DKI lebih strategis daripada menjadi menteri. Sehingga lanjut Ahok apabila disuruh memilih, dirinya ingin tetap menjadi Gubernur.

“Aduuh, aku sudah bilang, ini Jakarta, RI 3 bos,  masa mau jadi pembantu RI 1 dan RI 2,” ujar Ahok.

Selain itu lanjut Ahok dirinya bersama Joko Widodo (Jokowi)  sudah berkomitmen untuk menyelesaikan perrmasalahan di Jakarta. Sehingga kata Ahok, Jokowi tidak membicarkan dan menawarkan kursi menteri padanya, melainkan berpesan untuk menuntaskan program di Jakarta.

"Pak Jokowi berkomitmen bahwa kita mesti selesaikan Jakarta, makanya saya ditinggalkan di Jakarta untuk selesaikan (program) 3 tahun ini, jadi enggak ada itu (kursi menteri)," ujar Ahok.

Penulis: Taufik Ismail
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved