Selasa, 14 April 2026

Duet Jokowi JK

PDI Perjuangan Pertanyakan Gerindra Salahkan Megawati

"Kenapa ya kok sekarang tokoh-tokoh kader Gerindra selalu menyalahkan Ibu Megawati. Salahnya apa ya Ibu Megawati?"

Editor: Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bersama fungsionaris PDIP menghadiri upacara detik-detik proklamasi di halaman kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2014). Megawati kembali tidak menghadiri undangan untuk mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan mempertanyakan sikap Gerindra yang kerap menyudutkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Setelah Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa menilai sikap Megawati sombong.

"Kenapa ya kok sekarang tokoh-tokoh kader Gerindra selalu menyalahkan Ibu Megawati. Salahnya apa ya Ibu Megawati?" tanya Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Menurutnya, Gerindra tak elok menyalahkan secara terbuka ketua umum partai lain. Apalagi sesama partai politik berkompetisi dalam pileg dan pilpres secara sehat terbuka dan demokratis. Ia meminta semua parpol saling menghargai.

"Kalau koalisinya solid kita hargai. Solidnya sebuah koalisi atau kerjasama politik sesama partai politik adalah hak masing-masing parpol bukan karena kaitan posisi partai lain rumah tangga diri kita solid ya karena diri kita," katanya.

Ia mempertanyakan kuatnya koalisi partai karena sikap tokoh partai lain. "Soliditas sebuah partai koalisi kan karena bisa sama ideologi sama ide sama gagasan sama visi. Kok soliditas karena peran tokoh partai lain," ujarnya.

Politisi Gerindra Desmon pernah mengungkapkan menguatnya Koalisi Merah Putih yang pernah mendorong Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam Pilpres 2014 lalu. Hal itu dipicu karena sikap Megawati Soekarnoputri selama ini.

"Koalisi Merah Putih kuat karena keangkuhan Megawati. Megawati angkuh dengan SBY selama 10 tahun. Kita belajar dari Megawati, anda memberi pelajaran jelek selama 10 tahun. Harusnya yang menang itu merangkul," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved