Rabu, 8 April 2026

Gatot Luncurkan Buku The PR 2, Profesi Penuh Tantangan Tapi Bisa Dinikmati

Mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot Sulistiantoro Dewa Broto kembali melaunching buku The PR jilid II.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot Sulistiantoro Dewa Broto melaunching buku The PR2 : Profesi Penuh Tantangan Tapi Bisa Dinikmati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo, Gatot Sulistiantoro Dewa Broto kembali melaunching buku The PR jilid II, dengan judul "The PR 2: Profesi Penuh Tantangan Tapi Bisa Dinikmati".

Menurut Gatot, buku pertama The PR lebih mengedepankan berbagai masalah benturan-benturan implementasi regulasi dan kebijakan telekomunikasi domestik yang harus dikomunikasikan pada media.

"Sedangkan buku ke dua atau The PR2, lebih mengedepankan persoalan benturan asing versus domestik, kegalauan pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik, strategi menghadapi tekanan, dan sikap apresiasinya pada media," kata Gatot dalam acara Launching Buku The PR2 di Euforia Resto, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2014).

Gatot mengatakan, buku setebal 561 halaman ini mengulas "gurihnya kue bisnis" telekomunikasi Indonesia di mata asing secara komprehensif dan terperinci sebelum ada Nawa Cita-nya Jokowi-Cita. Sebab, buku ini diselesaikan penulisannya pada Maret 2013, meskipun baru diterbitkan pada Agustus 2014 atau tepat sekitar enam bulan setelah buku pertama The PR diterbitkan pada Januari 2014.

Di luar masalah-masalah asing tersebut, kata Gatot, ada banyak hal sangat menarik yang bisa dipelajari dari The PR2. Karena penulis dengan vulgar tetapi dengan penyajian yang santun, runtun, komunikatif dan atraktif membawa alam sadar pembaca ketika Gatot harus jadi pesakitan diperiksa oleh tim KPK dan juga Bareskrim meski untuk kasus yang berbeda.

"Tidak ada maksud lain dari penerbitan buku tersebut selain hanya untuk sharing kepada para humas manapun, baik pemerintahan maupun swasta, bahwa ruang gerak yang bisa dilakukan untuk berkomunikasi lebih efisien, efektif, dan taktis dengan wartawan masih sangat terbuka, sejauh ada komitmen dan keterbukaan yang konsisten dan sungguh-sungguh," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved