Pembatasan BBM Bersubsidi

Politisi PDIP Effendi Simbolon Sebut 3 Menteri Jokowi Neolib

"Siapa Sudirman Said? Siapa Rini Soemarno? Siapa itu Sofyan Djalil? Apa mereka ini yang membawa garis liberal ekonomi (neolib)?" ujar Effendi.

Politisi PDIP Effendi Simbolon Sebut 3 Menteri Jokowi Neolib
Tribunnews/Dany Permana
Politisi PDIP Effendi Simbolon. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon menyebut tiga menteri sektor ekonomi dalam Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak mencerminkan ideologi Trisakti. Hal itu dikatakan Effendi menyikapi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah.

"Siapa Sudirman Said? Siapa Rini Soemarno? Siapa itu Sofyan Djalil? Apa mereka ini yang membawa garis liberal ekonomi (neolib)?" ujar Effendi di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2014).

Sudirman Said adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rini Soemarno adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sementara Sofyan Djalil adalah Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Effendi menegaskan, sejatinya arah politik ekonomi PDI Perjuangan adalah Trisakti. Mestinya, komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak, salah satunya BBM dikuasai oleh pemerintahan, bukan malah dilepas ke mekanisme pasar.

"Wajar saja kalau harga BBM katanya naik. Yang pengambil kebijakan regulasinya bukan dari ideologi itu (Trisakti). Saya enggak tahu, siapa ya mereka itu," lanjut Effendi. (Baca: Effendi Simbolon Tolak Harga BBM Naik)

Pria yang menjadi anggota Komisi VII DPR RI pada periode 2009-2014 tersebut mengatakan, mestinya kenaikan harga BBM diikuti dengan sejumlah kebijakan. Misalnya, pembangunan kilang minyak, memperbaiki jalur distribusi minyak, meningkatkan produksi minyak dan sebagainya.

"Ini menterinya belum ngapa-ngapain,  Petral juga belum dibubarkan, malah main naikin harga BBM saja," lanjut dia.

Sebelumnya, Effendi juga mempertanyakan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tampak bernafsu menaikkan harga BBM bersubsidi. Sementara Presiden Joko Widodo dianggapnya lebih adem ayem. (Fabian Januarius Kuwado)

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved