Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Aksi Damai di Depan Kedubes Australia

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menyampaikan aspirasinya melalui aksi damai di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Aksi Damai di Depan Kedubes Australia
NET
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menyampaikan aspirasinya melalui aksi damai di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (6/11/2014). 

"Peraturan yang sangat berlebihan seperti kemasan polos rokok di Australia akan mengurangi permintaan bahan baku daun tembakau dari pabrikan di Indonesia. Yang saat ini, memproduksi rokok untuk kebutuhan pasar dalam negeri dan juga pasar ekspor. Akhirnya akan mengancam jutaan petani tembakau di Indonesia,” kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI, Budidoyo.

Kemasan polos rokok adalah salah satu bentuk dari pedoman atau guidelines yang diciptakan dalam Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau, atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang diusung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

APTI melihat perkembangan FCTC kian mengancam keberadaan petani tembakau secara sistematis melalui berbagai pedomannya yang eksesif dan tidak rasional.

Larangan penggunaan cengkeh untuk rokok dan penerapan kemasan polos rokok, yang pada saat ini mulai diusulkan di beberapa negara selain Australia, adalah dua contoh utama dari beberapa pedoman FCTC yang dinilai sangat eksesif oleh APTI.

Sebagai puncak kegiatan aksi damai, perwakilan APTI menyerahkan daun tembakau dan botol anggur yang diberikan label kemasan polos seperti halnya kemasan polos rokok kepada perwakilan Kedutaan Besar Australia.

Penyerahan simbolis tersebut merupakan bentuk kekecewaan petani tembakau Indonesia akan sikap Pemerintah Australia yang tidak mau berkompromi dengan kepentingan Pemerintah Indonesia.

"Kami ingin ingatkan pemerintah Australia, sektor tembakau di Indonesia memiliki aspek positif dari segi ketenagakerjaan dan juga perekonomian. Indonesia sangat berbeda dengan Australia yang mendorong FCTC karena tidak memiliki kepentingan nasional," paparnya.  

"Kami ingin Pemerintah Australia juga dapat membayangkan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh kebijakan kemasan polos jika diterapkan pada produk unggulannya seperti produk minuman anggur,” imbuh Budidoyo.

APTI tetap konsisten dalam menyuarakan aspirasi petani tembakau Indonesia untuk menolak FCTC dan berbagai bentuk pedomannya demi memperjuangkan kelestarian industri tembakau nasional.
 

Tags
tembakau
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved