Menteri Anies Bakal Optimalkan Program Pendidikan SM3T

"SM3T itu dorong terus tapi tidak bisa ad hoc begitu, itu jangka pendek," kata Anies.

Penulis: Randa Rinaldi
Editor: Rendy Sadikin
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah Anies Baswedan (kiri) mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemko PMK, Jakarta, Jumat (31/10/2014). Rakor tersebut mengagendakan persiapan peluncuran Program Keluarga Produktif. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengaku tidak akan mencampuri urusan program "Indonesia Mengajar" yang pernah digagasnya.

"Kalau 'Indonesia Mengajar' kan aktivitas masyarakat. Kalau saya menggunakan fasilitas negara dan jangan aktivitas masyarakat itu dicampur biar itu didorong terus," ucap Anies di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta, Sabtu (22/11/2014).

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengatakan akan merancang program pendidikan baru bagi daerah-daerah tertinggal agar lebih baik. Ia berusaha mengoptimalkan program pemerintah melalui Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

"SM3T itu dorong terus tapi tidak bisa ad hoc begitu, itu jangka pendek," kata Anies.

Menteri Anies berjanji akan mendorong program jangka panjang bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal. Upaya itu akan dilakukan melalui kabupaten dan provinsi untuk menyiapkan fasilitas yang lebih memadai.

"Apa yang dikerjakan beberapa kabupaten terobosannya bagus. Misalnya gedung Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama digabung. Jadi terobosan-terobosan itu diperlukan," ucap Anies.

Sebelum menjabat menjadi menteri, Anies aktif dalam meningkatkan mutu belajar daerah-daerah pelosok. Melalui program Indonesia Mengajar, ia mengirim tenaga pengajar muda untuk dikirim ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved