Rabu, 8 April 2026

Prahara Partai Golkar

Bambang Soesatyo Mesti Izin Yorrys Jika Ingin ke DPP Golkar

"Silakan datang saja, nanti dia harus minta izin Pak Yorrys," ujar Amali di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (15/12/2014).

Editor: Rendy Sadikin
Warta Kota/henry lopulalan
BUKU INDONESIA GAWAT DARURAT- Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama buku barunya dengan judul Indonesia Gawat Darurat di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (31/8). Menurut Bambang buku tersebut selain merupakan bentuk kritik terhadap pemerintahan SBY-Boediono juga sebagai kado pemerintahan selanjutnya Jokowi-JK agar tidak mengulangi berbagai kesalahan sebelumnya. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Zainudin Amali, memperingati Bendahara Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo, agar tidak sembarangan berkunjung ke kantor DPP Partai Golkar.

Amali mengatakan Bamsoet--panggilan akrabnya Bambang Soesatyo--ini harus meminta izin terlebih dahulu kepada Wakil Ketua Umum Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai.

"Silakan datang saja, nanti dia harus minta izin Pak Yorrys," ujar Amali di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (15/12/2014).

Pernyataan Amali tersebut menanggapi ucapan Bamsoet yang akan mengambil alih kantor DPP Partai Golkar dari kubu Agung Laksono jika telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Mengenai potensi kericuhan seperti saat rapat pleno penentuan pelaksanaan Munas IX, Amali tidak begitu khawatir. Jika terjadi, ia meyakini kubu dari Ical yang akan berusaha merebut kantor DPP tidak akan bertahan lama.

"Ya itu bisa saja (kericuhan terjadi). Paling lima menit masuk, terus kabur," kata Amali.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved