Jumat, 5 Juni 2026

Tangkal Konflik, Simbol Kekerasan Harus Diubah

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo mengatakan cara menangkal konflik yakni dengan mengubah simbol kekerasan.

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo mengatakan cara menangkal konflik yakni dengan mengubah simbol kekerasan.

Dibeberkan Hermawan Sulistyo, Indonesia memang sudah akrab dengan berbagai konflik yang kerap terjadi di daerah.

Hal ini bisa dilihat dari lambang daerah yang menggunakan sajam seperti rencong, badik, dan lainnya.

"Lalu polisi juga lambangnya pistol, borgol. Kalau di Jepang itu lambangnya lucu-lucu contohnyaa penguin. Itu harus diubah," ungkap Hermawan Sulistyo, Rabu (17/12/2014) di Mabes Polri.

Hermawan Sulistyo juga menambahkan meredam konflik selain melalui penangkalan dan pencegahan juga harus menjauhi cara-cara yang represif.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved