AirAsia Hilang Kontak
Pesawat TNI AU Temukan Serpihan Pesawat Setelah Empat Jam Terbang
Setelah terbang empat jam, pesawat berhasil menemukan tiga obyek besar berwarna putih dan kuning mengapung di perairan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penemuan serpihan pesawat Airbus 320 milik maskapai AirAsia QZ8501 berawal dari pantauan pesawat CN-295 A-2905 dengan Captain Pilot Kapten Penerbang Ammad. Pesawat terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 09.52 WIB, Selasa (30/12/2014).
Setelah terbang empat jam, Ammad berhasil menemukan tiga obyek besar berwarna putih dan kuning mengapung di perairan pada posisi radial 227 dan jarak 95 Nm (175 km) dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pesawat C-130 Hercules A-1320 pada pukul 10.18 WIB ikut membantu pencarian.
Hingga pukul 10.12 WIB personel pengamat dalam CN-295 yang dipimpin Pangkoopsau I Marsda TNI Agus Dwi Putranto dan membawa beberapa reporter media nasional menemukan makin banyak obyek-obyek terapung di sekitar lokasi penemuan. Pesawat lalu kembali ke Pangkalan Bun pukul 10.30 WIB setelah mengumpulkan foto.
"Selanjutnya pesawat Hercules A-1319 yang membawa 37 reporter media nasional dengan Captain Pilot Mayor Penerbang Akal Juang pada pukul 11.30 WIB berhasil menemukan serpihan-serpihan dan sesosok tubuh terapung diperairan yang berdekatan dengan temuan sebelumnya," kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto.
"Pesawat Hercules A-1320 dengan cepat menuju lokasi dan pada pukul 12.15 berhasil menemukan serpihan di lokasi yang berdekatan dengan temuan-temuan sebelumnya, antara lain live vest penumpang kuning, serpihan cargo berwarna merah putih dengan jaring cargo," sambungnya.
Setelah itu pesawat kembali menuju Halim karena pesawat helikopter SAR HR-3601 Badan SAR Nasional (Basarnas) dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, memasuki perairan tersebut dan diketahui pada pukul 13.58 WIB menemukan banyak tubuh terapung di perairan tersebut.
KRI Bung Tomo lalu tiba di lokasi penemuan reruntuhan dan sekarang mulai mengevakuasi korban. Di atas perairan kembali pesawat Hercules A-1320 mengudara dan sampai saat berita ini ditulis melaporkan melihat dua jenazah mengapung di laut dan berkoordinasi dengan tim SAR laut lewat Posko SAR TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam pencarian hari ketiga, TNI AU mengerahkan enam buah pesawat antara lain pesawat Boeing 737 Intai dari Skadron Udara 5 Lanud Makasar, dua pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, sebuah pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma serta dua helikopter Super Puma dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sanjaya, Bogor.
TNI Angkatan Udara berusaha dengan cepat merespon situasi krisis dan menyiapkan personil dan pesawat untuk mendukung langkah-langkah evakuasi selanjutnya untuk membuktikan kerja keras dan dedikasi demi keamanan dan keselamatan ruang udara Indonesia.