Pesawat AirAsia Jatuh

Deteksi Kotak Hitam AirAsia, Ini Teknologi yang Diandalkan Kapal Baruna Jaya

Dalam proses pencarian ini Baruna Jaya menggunakan teknologi sonar multibeam echosounder, pendeteksi logam serta ROV.

Deteksi Kotak Hitam AirAsia, Ini Teknologi yang Diandalkan Kapal Baruna Jaya
Kapal Baruna Jaya 1 milik BPPT diterjunkan untuk bantu pencarian pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang di sekitar Selat Karimata. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari ini Kapal Baruna Jaya I bergerak ke arah barat laut, di sektor I search area. Dalam proses pencarian ini Baruna Jaya  menggunakan teknologi sonar multibeam echosounder, pendeteksi logam serta ROV.

"Hari ini kita menambah pingger locator untuk mendeteksi black box juga,” ujar Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT via telepon, (4/1/2014)

Mengenai lokasi yang dituju, tambah Ridwan didasarkan pada hitungan ilmiah. Dengan begitu Baruna Jaya I bisa menemukan jenazah dan puing-puing pesawat yang saat ini belum ditemukan.

“Kita membuat model arah kapal, berdasar koordinat temuan jenazah, dan reruntuhan pesawat untuk menentukan lokasi objek,” tambahnya.

Ridwan menjelaskan bahwa sektor I ini potensial terdapat objek pesawat AirAsia QZ 8501. Hal ini dilihat dari gelombang pasang laut yang bergerak ke arah sektor tersebut. "Karena arusnya harus bergerak kearah barat laut," papar Ridwan. (Fajar Pratama)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved