ASEAN Tetap Prioritas Politik Luar Negeri Indonesia

Beberapa pihak menyampaikan kekhawatiran bahwa Indonesia akan menarik diri dari dunia internasional.

Warta Kota/henry lopulalan
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa pihak menyampaikan kekhawatiran bahwa Indonesia akan menarik diri dari dunia internasional. Namun, Menlu RI Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menurunkan engagement-nya dengan dunia internasional.

Justru, kata Retno, sebagai negara middle power dengan penduduk kurang lebih 250 juta orang, demokrasi terbesar ketiga di dunia, penduduk Muslim terbesar di dunia, negara terbesar di ASEAN, anggota G-20, maka Indonesia akan terus memainkan perannya baik di kawasan maupun di dunia.

"ASEAN tetap merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia. Indonesia juga menginginkan satu tatanan dunia yang demokratis, semakin sempitnya gap kemakmuran antar negara, pergaulan dunia yang saling menghormati dan dunia yang aman dan stabil," kata Retno Marsudi dalam pidatonya pada acara Pernyataan Pers Tahunan Kemlu RI di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015).

Selain itu, lanjut Retno, sesuai dengan mandat Konstitusi, maka Indonesia tetap akan memberikan kontribusi dan mengambil peran penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Bagi Indonesia, tegas Retno, keamanan di kawasan merupakan hal mutlak yang harus ada. Oleh karena itu, melalui ASEAN, Indonesia akan terus aktif mendorong implementasi Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC) secara penuh dan efektif, serta diselesaikannya Code of Conduct in The South China Sea (CoC).

"Untuk menjaga stabilitas kawasan, Indonesia mendesak semua negara agar menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan," ujarnya.

Sementara untuk menyelesaikan sengketa, kata Retno, pemerintah akan mengedepankan cara-cara damai dan menghormati prinsip hukum internasional. Termasuk UNCLOS 1982.

"Indonesia akan terus berperan aktif dalam pencapaian Masyarakat ASEAN dan menyiapkan visi Masyarakat ASEAN pasca 2015," ujarnya.

Sedangkan beberapa prioritas yang perlu segera dituntaskan dalam konteks ASEAN, ungkap Retno, antara lain Protokol SEANWFZ dan penguatan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR).

"Lalu untuk mendukung realisasi Poros Maritim, diplomasi Indonesia akan mendorong penguatan kerja sama maritim dalam berbagai mekanisme di ASEAN," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved