Breaking News:

Budi Gunawan Tersangka

Din: Polemik Pergantian Kapolri Merugikan Seluruh Rakyat

Namun, penundaan itu belum membuat publik puas karena ada yang mendukung dan menolak Budi Gunawan.

Tribunnews/Herudin
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin usai melaksanakan salat jumat di masjid Kantor PP Muhammadiyah, di Jakarta Pusat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menunda pelantikan Komisaris Jenderal Polisi, Budi Gunawan menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Namun, penundaan itu belum membuat publik puas karena ada yang mendukung dan menolak Budi Gunawan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat, Din Syamsuddin mengaku prihatin terkait perkembangan calon Kapolri tersebut. Bahkan, kata dia, kasus Budi Gunawan telah menyeret dua lembaga negara yang sangat penting.

"Saya kira banyak dari kita prihatin dengan perkembangan kasus calon Kapolri yang menyeret dua lembaga penting. Polri sebagai lembaga penegak hukum yang berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebuah lembaga yang juga penting,"kata Din di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis, (22/1/2015).

Ketua Majelis Ulama Indonesia ini menyarankan, Presiden Joko Widodo untuk mengambil langkah-langkah tegas dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sebagai negarawan dan pemimpin bangsa, Jokowi diminta tegas untuk menyelesaikan masalah agar tidak berlarut-larut.

"Jangan sampai aksi-reaksi yang terjadi menyeret keduanya saling berhadapan dan konfrontatif. Ini tidak hanya merugikan keduanya, tapi merugikan rakyat secara keseluruhan,"kata Din.

Jumat (16/1), Presiden Jokowi memutuskan menunda untuk melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala Polri. Keputusan itu diberikan meski Budi telah melalui semua tahapan untuk menduduki jabatan tersebut, termasuk telah mendapat persetujuan dari DPR.

Penundaan dilakukan karena Budi sedang menjalani proses hukum setelah menjadi tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Penulis: Randa Rinaldi
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved