Breaking News:

Budi Gunawan Tersangka

Ini Pesan Ulama MUI untuk Jokowi soal Budi Gunawan

Para ulama yakin bahwa Presiden Jokowi akan bisa segera turun tangan mengambil sikap tanpa melakukan intervensi hukum.

Tribunnews.com/srihandriatmo malau
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, atau dikenal dengan Din Syamsuddin dan jajaran pimpinan MUI usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, jakarta, Selasa (3/2/2015) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Tentu sebagai ulama, MUI berpesan dalam mengambil keputusan, selain pertimbangan hukum, politik dan lain-lain, tapi jangan lupa hadits mengatakan 'tanyakanlah kepada hati sanubari"

Demikian saran Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, atau dikenal dengan Din Syamsuddin dan jajaran pimpinan MUI kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil keputusan soal nasib calon Kapolri terpilih Komjen Pol Budi Gunawan, dan konflik Polri Vs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini menghangat.

Dengan bimbingan hati, tegas Din, para ulama yakin bahwa Presiden Jokowi akan bisa segera turun tangan mengambil sikap tanpa melakukan intervensi hukum.

"Pertimbangan dari mana saja, politik, hukum, sosial dan budaya itu sah. Tetapi yang terpenting kata hati. Dan saya yakin presiden jokowi akan mengambil keputusan dengan kata hati. Dengan bimbingan hati pasti bisa mengatasi," cetus Din Syamsuddin didampingi jajaran pimpinan MUI usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, jakarta, Selasa (3/2/2015).

Lebih lanjut, Din juga bisa sangat memahami suasana kebatinan presiden yang sangat berat menghadapi persoalan tersebut. "Tapi kami percaya jika sesuai dengan hati nurani, kalbu dan istiqarah pasti akan selesaikan masalah hal itu," ujar ketua umum MUI ini menguatkan Jokowi.

Kata Din, Presiden Jokowi pun menegaskan akan segera mengambil langkah-langkah tepat mengatasi polemik yang kini berkembang mengenai kasus Budi Gunawan dan konflik Polri vs KPK.

"Kepada masyarakat luas, kami mengimbau untuk menahan diri tidak terjebak pada perpecahan. Kami minta sangat demokrasi kita menyampaikan pendapat tapi jangan sampai gontok-gontokan. Kita harus punya komitmen bersama memberantas kejahatan dan Korupsi," imbaunya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved