Breaking News:

Calon Kapolri

Soal Calon Kapolri, Din Syamsuddin Bilang Jokowi Dilematis

Din memahami situasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam posisi dilematis.

TRIBUNNEWS.COM/ HERUDIN
Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Kepala Staf Angkatan Udara menggelar jumpa pers di halaman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, meminta semua pihak bisa menerima apapun keputusan Presiden Joko Widodo nantinya, melantik atau tidak Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi Kepala Polri.

"Saya berharap apa pun keputusan Presiden marilah kita terima dengan legowo (lapang dada). Tak perlu ada aksi dan reaksi karena memang itu kewenangan presiden," ujar Din sebelum acara "Pengajian Bulanan bertajuk 100 Hari Pemerintahan Jokowi" di Kantor PP Muhamadiyah, Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Hal ini terkait telah banyaknya masukan-masukan dari berbagai pihak, baik pandangan hukum, politik, dan moral. Ketua Umum Majelis Ulama ini juga tidak mau mengomentari terkait layaknya seorang tersangka menjadi Kepala Polri.

"Saya sebenernya tidak mau memasuki wilayah personal. Bisa layak dari sudut azas praduga tak bersalah. Bisa tidak layak dari sudut moral tapi itu hak prerogratif presiden. Kita beri alasan hukum, politik, dan moral, spritual, saya yakin presiden sudah mempertimbangkannya," ucap Din.

Din memahami situasi mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam posisi dilematis. Mulai dari merekomendasikan calon Kepala Polri ke Dewan Perwakilan Rakyat tetapi ada penetapan tersangka pada Budi Gunawan.

"Saya kira siapapun presiden pasti akan dilematis. Saya mendorong agar jangan berlama-lama, karena tidak baik kalau terlalu lama mengambil keputusan. Sampai sekarang ini belum ada keputusan termasuk tidak baik," ucap Din.

Penulis: Randa Rinaldi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved