Kondisi Karut Marut Jadi Alasan DPR Revisi UU KPK

Revisi Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014-2019.

Kondisi Karut Marut Jadi Alasan DPR Revisi UU KPK
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
Firman Soebagyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revisi Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014-2019. Usulan revisi UU dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Firman Soebagyo, mengakui revisi tersebut ‎terkait dengan kondisi saat ini antara KPK dan Polri. "Nah KPK tuh begini, sekarang kan kita lihat kondisi karut marut KPK-Polisi," kata Firman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (9/2/2015).

Ia mengatakan kondisi tersebut merugikan banyak pihak termasuk masyarakat. "Karena kita punya semangat pemberantasan korupsi, itu engga bisa ditawar-tawar lagi," kata Politisi Golkar itu.

Firman mengatakan tidak hanya RUU KPK yang direvisi. Tetapi juga UU Kepolisian dan Kejaksaan. Hal itu dilakukan untuk menata kembali institusi penegak hukum. "Jangan satu sama lain saling membunuh seperti ini," katanya.

Baleg belum memasukkan RUU tentang Perubahan atas UU nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi pada periode 2015. Pihaknya harus mengkaji terlebih dahulu RUU tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu kemelut KPK-Polri mereda.

"Baru kita masuk dengan kepala dingin, kita akan duduk bersama. KPK, Polisi dan Kejaksaan," ujar Firman.

RUU KPK tersebut juga diketahui sudah memiliki naskah akademik. Namun masih harus disesuaikan dengan kepolisian dan kejaksaan. DPR juga akan meminta pandangan dari pakar hukum soal RUU tersebut. RUU KPK akan dibahas di Komisi III DPR yang membidangi hukum.

"Kita enggak mau dengan adanya peristiwa sekarang ini, kita coba godok lagi. Bagaimana posisi yang terbaik bagi penegak hukum ini. Dan kita juga akan undang Lemhanas," tuturnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved