Breaking News:

Anies Baswedan Akui Ada Materi Bermasalah Pada Buku-buku Kurikulum 2013

Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menanggapi kontroversi dan pertanyaan publik tentang materi buku-buku kurikulum 2013

Imanuel Nicolas Manafe
Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menanggapi kontroversi dan pertanyaan publik tentang materi buku-buku kurikulum 2013 yang menjadi sorotan publik.

Anies menyebut akan menarik dan juga menutup akses unduh terhadap buku-buku tersebut.

Anies membenarkan, bahwa Kemendikbud setelah melakukan evaluasi memang menemukan sejumlah kesalahan dalam buku tersebut.

"Betul, memang kami temukan materi-materi bermasalah pada buku tersebut dan juga buku-buku Kurikulum 2013 yang lain. Seperti saya tegaskan pada November lalu, Kurikulum 2013 dan perangkatnya adalah barang setengah matang yang dipaksakan. Atas alasan itulah kami menunda implementasinya agar dapat dilakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh baik terhadap dokumen kurikulum, buku maupun proses pendampingan dan kesiapan sekolah dan guru," kata Anies, Jumat (20/3/2015) di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Anies juga menjelaskan adanya kesalahan tersebut salah satunya karena penulis, penyelia, dan penelaah hanya diberi waktu yang sedikit untuk mengerjakan buku tersebut.

Mantan rektor Universitas Paramadina ini menduga, berbagai kesalahan telah diantisipasi dengan adanya disklaimer yang tertera dalam buku.

"Ada kesalahan-kesalahan manusiawi yang dapat dimaklumi, tapi ada juga keteledoran dan kelalaian yang sebenarnya dapat dihindari. Jangan sampai buku yang diterima anak-anak kita penuh dengan hasil kelalaian," tegas Anies.

Berdasarkan penulusuan tim Kemendikbud, sebenarnya sudah ada pihak-pihak yang memberikan peringatan resmi dan tertulis terhadap keterburu-buruan proses penyusunan dan penjaminan mutu buku Kurikulum 2013. Untuk itu, ke depannya seluruh buku Kurikulum 2013 akan dievaluasi untuk persiapan tahun ajaran baru 2015/2016.

"Buku-buku bermasalah akan ditarik kembali dan ditutup akses unduhnya di situs Buku Sekolah Elektronik milik Kemdikbud," jelasnya. (Wartakotalive.com/Agustin Setyo Wardani)

Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved