Rabu, 10 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Hindari Ketergantungan Minyak, Pemerintah Harus Konversi BBM ke BBG

Pemerintah segera mempercepat konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) demi generasi mendatang.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Petugas mengisi bahan bakar gas (BBG) ke Bus Transjakarta di SPBG milik pemerintah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (3/3/2015). SPBG yang baru diresmikan pada November tahun lalu tersebut dibangun dalam rangka mendukung program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke BBG. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Imaduddin Abdullah meminta pemerintah segera mempercepat konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) demi generasi mendatang.

"Saya pikir energi kita sangat tergantung dengan minyak. Padahal produksi terus berkurang dan yang menjadi korban nanti anak cucu kita, karena masih bergantung pada minyak," kata Imaduddin di Jakarta, Sabtu (4/4/2015).

Jika cadangan minyak menipis, maka pemerintah pastinya akan mengimpor minyak dari negara-negara penghasil minyak. Kondisi ini, akan membuat harga BBM dalam negeri melambung tinggi dan membuat defisit neraca perdagangan semakin melebar.

Menurut Imaduddin, Indonesia perlu mencontoh Norwegia yang sudah melakukan konversi minyak ke biofuel. Padahal, negara ini merupakan penghasil minyak tetapi cara pandangnya sangat berbeda dengan Indonesia yang tergantung dengan minyak.

"Kemudian ada Brazil ‎ yang juga sudah melakukan diversifikasi energi. Di sana sudah menggunakan etanol untuk menggantikan minyak," sambung Imanuddin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved