Rabu, 10 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Kebijakan Pemerintah Soal Harga BBM Dinilai Malu-malu

Peneliti INDEF, Imanuddin Abdullah mengatakan pemerintah tidak tegas dalam menerapkan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

Tayang:
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah armada angkutan kota (angkot) menunggu giliran mengisi penumpang di Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, Senin (30/3/2015). Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis premium menjadi Rp 7.400 perliter dua hari lalu, tarif angkot di Kota Bandung belum ada penyesuaian atau belum naik, tapi ada juga sebagian sopir sudah menaikan tarif kepada penumpangnya sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000. Para supir angkot di Terminal Kebon Kalapa misalnya mengeluhkan jika kenaikan premium tidak dibarengi dengan kenaikan tarif atau ongkos penumpang, karena berdampak pada berkurangnya pendapatan yang tersedot pada kewajiban mengisi premium hingga full sebelum angkot kembali ke pemilik. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti INDEF, Imanuddin Abdullah mengatakan pemerintah tidak tegas dalam menerapkan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

"Kebijakan pemerintah ini sebenarnya mengikuti mekanisme pasar, tapi malu-malu. Ikut mekanisme pasar tapi ikut juga manuver agar tidak menyalahi ketetapan MK," ujar Imanuddin dalam dialog Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2015).

Imanuddin mengatakan sikap pemerintah yang tidak tegas berakibat masyarakat, terutama yang kurang mampu menjadi korban.

"Kalau malu-malu, korbannya masyarakat. Karena pemerintah tidak buat kebijakan antisipatif. Misalnya harga melonjak tinggi, padahal pemerintah tahu struktur pasar tidak sempurna, artinya harga tidak elastis," kata Imanuddin.

Imanuddin menjelaskan, harga bahan pokok memiliki sifat yang rigid atau kaku ketika menghadapi adanya penurunan harga BBM. Ketika harga naik, harga barang naik. Tetapi ketika harga turun, harga barang tidak ikut turun.

"Jadi ketika harga BBM naik, makanan, transportasi naik, tapi ketika turun, harga tidak turun," kata Imanuddin.

Tags
BBM
INDEF
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved