Kenaikan Harga BBM
Kebijakan Pemerintah Soal Harga BBM Dinilai Malu-malu
Peneliti INDEF, Imanuddin Abdullah mengatakan pemerintah tidak tegas dalam menerapkan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti INDEF, Imanuddin Abdullah mengatakan pemerintah tidak tegas dalam menerapkan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.
"Kebijakan pemerintah ini sebenarnya mengikuti mekanisme pasar, tapi malu-malu. Ikut mekanisme pasar tapi ikut juga manuver agar tidak menyalahi ketetapan MK," ujar Imanuddin dalam dialog Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2015).
Imanuddin mengatakan sikap pemerintah yang tidak tegas berakibat masyarakat, terutama yang kurang mampu menjadi korban.
"Kalau malu-malu, korbannya masyarakat. Karena pemerintah tidak buat kebijakan antisipatif. Misalnya harga melonjak tinggi, padahal pemerintah tahu struktur pasar tidak sempurna, artinya harga tidak elastis," kata Imanuddin.
Imanuddin menjelaskan, harga bahan pokok memiliki sifat yang rigid atau kaku ketika menghadapi adanya penurunan harga BBM. Ketika harga naik, harga barang naik. Tetapi ketika harga turun, harga barang tidak ikut turun.
"Jadi ketika harga BBM naik, makanan, transportasi naik, tapi ketika turun, harga tidak turun," kata Imanuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/angkutan-umum-di-bandung-mulai-menaikkan-tarif_20150331_131424.jpg)