Jumat, 23 Januari 2026

Korupsi Dana Haji

SDA Ditahan KPK, PPP Jadi Bahan Ejekan

M Ali bilang penahanan SDA oleh KPK tersebut semakin menguatkan gerakan moral di PPP.

Penulis: Hasanudin Aco
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Menteri Agama yang juga mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (10/4/2015). Suryadharma yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi diduga terlibat kasus korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag pada tahun 2012-2013. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merasa malu dengan ditahannya Suryadharma Ali (SDA) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, nama baik PPP tercoreng atas perilaku mantan Menteri Agama tersebut.

Sekretaris DPW PPP Aceh Amri M Ali, penahanan SDA oleh KPK tersebut semakin menguatkan gerakan moral di PPP.

Selama ini, gerakan moral di PPP nyaris membentur tembok akibat pendirian SDA yang tidak terima.

"Setelah SDA ditahan KPK, maka asumsi bahwa SDA membawa sial bagi PPP semakin tak terbantahkan. Kami berterima kasih kepada KPK yang secara tak langsung membantu memisahkan kesialan dengan PPP," ujarnya, Minggu (12/4/2015).

Dia pun mengkritisi pernyataan Said Salahuddin yang menyebut penahanan SDA tak terpengaruh kepada PPP.

Padahal yang terjadi justru sebaliknya, kader PPP di daerah menjadi bahan ejekan masyarakat. Pihaknya pun memastikan persepsi masyarakat ke PPP bertambah jelek, terlebih sejak praperadilan SDA ditolak.

"Menjadi pengamat jangan asal bicara tapi lihat kenyataan di lapangan. Berpendapat boleh, tapi sebaiknya jangan terlihat membela koruptor lah," sindirnya.

Dia mengingatkan, bahwa asal muasal konflik PPP karena SDA merasa tidak bersalah ditetapkan tersangka oleh KPK. Karena itu, ketika SDA dieksekusi oleh KPK sebenarnya persoalan selesai.

"Kalau masih ada yang teriak-teriak membela SDA patut dicurigai," bebernya.

Pengalaman pahit juga disampaikan Ketua DPD PPP Sumenep KH Baharudin. Menurut dia, persepsi masyarakat terhadap PPP semakin menurun. Karena itulah, pihaknya meminta DPP PPP membuat gebrakan untuk memulihkan citra publik tersebut.

"Kami yang berhadapan dengan masyarakat, kami yang merasakan cibiran masyarakat, bukan pengamat. Ini aneh ada pengamat kok membela koruptor," ujar dia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved