Rabu, 15 April 2026

Konferensi Asia Afrika

Jokowi Minta Akses Pasar Indonesia Dibuka Luas di Bangladesh

Hal tersebut menjadi fokus utama pembicaraan antara Presiden RI dan PM Bangladesh

Penulis: Edwin Firdaus
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Presiden Joko Widodo membuka konferensi parlemen Asia Afrika di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015). Dikawal anggota Paspampres, Jokowi datang menggunakan mobil berplat RI 1 jenis Mercedez Benz limosin. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo meminta agar kerjasama Indonesia dengan Bangladesh di bidang perdagangan dan investasi semakin ditingkatkan.

Hal tersebut menjadi fokus utama pembicaraan antara Presiden RI dengan counterpart-nya Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang diselenggarakan di sela-sela Pertemuan KAA 2015 di Jakarta, Kamis(23/4/2015).

Dalam pertemuan, dibahas mengenai terbukanya peluang pasar bagi produk Indonesia untuk produk kimia dan farmasi, namun Presiden Jokowi meminta agar akses pasar untuk Indonesia dibuka lebih luas lagi, terutama untuk produk kertas, minyak kelapa sawit, batubara,kendaraan bermotor, peralatan listrik serta alutsista.

Jokowi juga secara khusus mengundang investor Bangladesh untuk menginvestasikan modalnya di sektor-sektor yang masih terbuka luas peluangnya di Indonesia seperti infrastruktur dan transportasi.

"Bangladesh memiliki kepentingan investasi yang cukup beragam di Indonesia, antara lain investasi di bidang industri pakaian jadi serta kendaraan bermotor," kata Presiden.

Bangladesh adalah negara yang berbatasan dengan India, dengan jumlah penduduk 160 juta (terbesar ke-8 di dunia). Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-6 Bangladesh.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved