Breaking News:

Gempa Nepal

BNPB: Kita Hidup di Negara Rawan Gempa dan Harus Waspada

Gempa bumi dengan kekuatan 5.7 SR terjadi pada 25 April pukul 15 23:41:16 WIB 88 km Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, pada kedalaman 12 Km.

Editor: Gusti Sawabi
AP Photo/ Niranjan Shrestha
Seorang warga yang luka-luka mendapat perawatan di Rumah Sakit Medicare, Kathmandu, Nepal, Sabtu (25/4/2015) setelah gempa 7,9 SR mengguncang kawasan tersebut. 

 Tribunnews.com, Jakarta - Gempa bumi dengan kekuatan 5.7 SR terjadi pada 25 April pukul 15 23:41:16 WIB, Lok:3.03 LU,128.03 BT atau 88 km Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara, pada kedalaman 12 Km.

Pusat gempa di laut. Gempa terasa lemah selama 2 detik di Tobelo Halmahera Utara. Sedangkan di Halmahera Barat gempa tidak terasa. Gempa tdk berpotensi Tsunami. Kondisi masyarakat tenang dan aktivitas tetap normal.

Sementara itu gempa berkekuatan 7,9 SR di Nepal dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 15 km telah menghancurkan beberapa wilayah di Nepal. Lebih dari 1.000 orang meninggal dan diperkirakan akan terus bertambah.

BNPB dan Kementerian Luar Negeri akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan UNOCHA (lembaga PBB yang menangani darurat bencana) terkait pengiriman bantuan kemanusiaan jika diperlukan sesuai mekanisme yang ada.

Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengingatkan, kejadian gempa di Pulau Morotai, Nepal dan lainnya hendaknya menjadi pembelajaran kita semua.

"Bahwa kita tinggal di Indonesia yang rawan gempa harus meningkatkan kesiapsiagaannya. Gempa bisa terjadi kapan saja. Gempa selalu berulang dan memiliki siklus," katanya.

Sebagai misal, lanjutnya, gempa di Nepal yang serupa pernah terjadi tahun 1934 yang menewaskan lebih dari 8.500 orang. "Korban jiwa bukan disebabkan oleh gempanya, tapi bangunan yang menimpanya," kata Sutopo.

Apakah rumah dan bangunan kita sudah dibangun dengan konstruksi tahan gempa?
Apakah kita sudah memahami apa yang harus dilakukan pada periode sebelum, saat dan pasca gempa?
Apakah kita sudah rutin berlatih menghadapi gempa?
Apakah tata ruang wilayah kita sudah berbasis peta rawan gempa?

"Saya rasa masih banyak yang belum paham hal ini. Semoga kesadaran, sikap dan perilaku kita selalu lebih siap menghadapi bencana,"" kata Sutopo Purwo Nugroho.

Tags
Nepal
BNPB
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved