Hukuman Mati

Politikus PDI Perjuangan: Ucapan Dosen Australia Bikin Tak Nyaman Warga Indonesia

"Saya khawatir insiden ini akan mengancam kenyamanan dan keamanan teman-teman mahasiswa yang sedang belajar disana," ujar politikus PDI Perjuangan.

Editor: Y Gustaman
ABC Australia
Dr Julian Oldmeadow, dosen psikologi Universitas Swinburne, Melbourne, Australia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan Julian Oldmeadow, dosen psikologi di Swinburne University, melarang mahasiswa asal Indonesia masuk kelasnya karena Pemerintah Indonesia melakukan eksekusi mati terpidana narkoba mendapat cibiran dan merusak iklim pendidikan.

Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba Putri mengencam keras tindakan Oldmeadow yang sempat mempertanyakan apakah mahasiswa asal Indonesia diperbolehkan masuk ke kelasnya menyusul eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, duo Bali Nine warga Australia.

"Saya khawatir insiden ini akan mengancam kenyamanan dan keamanan teman-teman mahasiswa yang sedang belajar disana," kata politikus PDI Perjuangan itu melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Irine memohon KBRI di Australia dan Konjen RI di Melbourne terus memonitoring dan memberikan perlindungan maksimum, agar warga Indonesia merasa nyaman dan aman selama di sana. Australia harus menghormati tindakan konstitusional yang dilakukan Pemerintah Indonesia.

"Sebagai alumni Australia yang pernah tinggal di Melbourne, saya mengenang warga Melbourne sebagai warga yang ramah. Dan sangat menghargai para pendatang," tuturnya.

Ia menghimbau teman-teman mahasiswa Indonesia di Melbourne untuk menjaga komunikasi dengan sesama warga Indonesia di sana dan tetap tenang.‎

Daily Mail Australia, Radio 3AW, dan situs 9 News melaporkan insiden larangan masuk mahasiswa asal Indonesia ke kelas Oldmeadow. Ia mengakui terbawa emosi sebagai warga Australia yang menolak eksekusi mati.

Saya ingin menyampaikan duka, kesedihan, kemarahan sebagai warga Australia dan orang biasa," tulis Dr Oldmeadow seperti dikutip ABC dari pihak universitas.

"Saya memilih melakukannya dengan (a) menyatakan keberatan saya di kelas, dan (b) mengatakan bahwa saya akan meminta mahasiswa asal Indonesia untuk tidak menghadiri kelas saya saat itu."

Setelah pernyataan itu, Oldmeadow meminta maaf. "Karenanya saya memintaa maaf kalau tindakan ini berkesan diskriminatif. Saya menyesal mengatakan hal tersebut," tegas Oldmeadow.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved