Ujian Nasional 2015

Ahok: Jangan Bercita-cita Jadi Gubernur, Jadilah Presiden

Gubernur Ahok tiba di sekolah yang pernah menjadi sekolah Presiden AS Barack Obama itu, sekitar pukul 06.30 WIB.

Ahok: Jangan Bercita-cita Jadi Gubernur, Jadilah Presiden
Warta Kota/henry lopulalan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Tribunnews.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) di SD 01 Menteng, Senin (18/5/2015) pagi. Ia tiba di sekolah yang pernah menjadi sekolah Presiden AS Barack Obama itu, sekitar pukul 06.30 WIB.

Dalam sambutannya, Basuki meminta 56 siswa yang mengikuti UN untuk bercita-cita menjadi presiden seperti Obama.

"Saya tahu anak-anak pasti semangat semua untuk melaksanakan ujian, apalagi ini sekolahnya Obama, pasti semangat," kata Basuki.

"Saya ingin anak-anak bukan hanya lulus semua, tapi juga punya impian menjadi presiden, jangan (cita-cita) jadi gubernur, jadi presiden saja," lanjut Basuki.

Basuki mengatakan, untuk menjadi presiden, harus memiliki rekam jejak yang baik. Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan para siswa untuk mengerjakan seluruh soal ujian dengan jujur.

"Hidup orang ke depan, enggak bisa lagi hanya pencitraan, zaman sudah berubah dan anak-anak harus dibekali ilmu. Jadi orang harus terus memperrbaiki diri. Bapak doakan, anak-anak di sini harus bisa jadi pejabat penting di Indonesia," kata Basuki.

Basuki, yang biasa disapa Ahok, pun langsung menyalami satu persatu siswa yang melaksanakan UN. Para siswa serta guru-guru juga berfoto bersama orang nomor satu di Ibu Kota itu.

Setelah meninjau pelaksanaan UN di SD 01 Menteng, Basuki langsung meninjau UN di SD Theresia Jakarta Pusat. Ada pun, sebanyak 153.266 siswa SD yang akan mengikuti ujian hingga 20 Mei mendatang. Rinciannya, 140.704 siswa SD, 12.430 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 132 siswa SD Luar Biasa (SD LB).

Berbeda dengan UN SMP dan SMA yang sudah dilaksanakan computerized based test (CBT), UN SD masih dilaksanakan secara paper based test. Sementara, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia pada 18 Mei, Matematika pada 19 Mei, Ilmu Pengetahuan Alam pada 20 Mei. (Kurnia Sari Aziza)

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved