Senin, 8 Juni 2026

Prahara Partai Golkar

Fahri: Menkumham Pengacau, Terus Torpedo Upaya Islah Golkar

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kecewa dengan sikap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM/FX Ismanto
Fahri Hamzah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kecewa dengan sikap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang menurutnya terlalu ikut campur dalam konflik internal Partai Golkar.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, jika Yasonna tidak ikut campur maka peluang islah kepengurusan Partai Golkar bisa terbuka lebar.

"Partai dibiarkan selesaikan masalah sendiri, kan ada mekanisme politik. Diam saja dulu, tunggu (proses) pengadilan," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Yasonna Laoly juga dianggap sebagai pengacau perpolitikan Indonesia. Sebab, ia terus menabrak peraturan tentang penyelesaian konflik kepengurusan partai politik.

"Ini islah belum, mahkamah partai ditorpedo surat, pengadilan pun ditorpedo. Harusnya enggak usah banding, jadi kayak pengacau terus-menerus (Yasonna)," katanya.

Menurutnya, jika Yasonna Laoly mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait Golkar, maka partai berlambang beringin itu terancam tidak bisa ikut pilkada.

PTUN sendiri mengabulkan gugatan Aburizal Bakrie terkait pengesahan Golkar kepengurusan Agung Laksono oleh Yasonna.

"Jadi, ini kita tidak mengerti apa yang terjadi. Kan kalau enggak ada banding enak. Kan Pak Agung sama Pak Ical tinggal ketemu (islah)," kata Fahri.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved