Breaking News:

Menteri Agama: Insha' Allah, Tahun Ini Awal Puasa Tidak Ada Perbedaan

Meski tetap menggunakan sidang isbath dan hisab dan rukyat, 1 Ramadan 1436 Hijriah akan bersamaan dilakukan

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, menjadi pembicara seminar Fikih dan tantangan kepemimpinan dalam masyarakat majemuk, di Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2015). Menteri Agama menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, perbedaan suku, ras, dan agama yang disatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan semangat universalisme dalam Islam merupakan hal yang harus dikembalikan agar umat tidak terjebak dalam fanatisme golongan. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (52) memberi sinyal bahwa penetapan awal Ramadan 1436 Hijriah atau bulan suci puasa di tahun 2015 tak ada kontroversi dan perbedaan.

Baik NU dan Muhammadiyah akan mengawali ibadah puasa di tanggal yang sama.

"Insha' Allah, penetapan satu Ramadan tahun ini ada kesamaan (antara Muhammadiyah dan NU)," kata menteri Agama usai bersilaturahim dengan santri, alumnus dan pengelola Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar di Masjid Nurul Ihsan Layang, Jalan Sabutung, Makassar Sabtu (23/5/2015).

Menurut Lukman Hakim, awal Ramadan tahun ini bisa bersamaan merujuk rangkaian silaturahim dengan kedua ormas besar di Indonesia ini, awal Mei lalu.

Tiga tahun terakhir, sejak 2012 lalu, dua ormas berbasis keagamaan ini selalu berbeda dalam penentuan awal puasa.

Meski tetap menggunakan sidang isbath dan hisab dan rukyat, 1 Ramadan 1436 Hijriah akan bersamaan dilakukan.

Untuk penentuan ini, lanjut Lukman Hakim seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah akan menginisiasi sidang isbat 29 Sya'ban 1436 Hijriah atau 16 Juni 2015.

"Insha Allah, tanggal 29 Sya'ban kami akan mengundang ulama dan ormas keagamaan untuk sidang isbat," ujar Lukman Hakim.

Sebelumnya, Selasa, 9 Rajab 1436 H atau 28 April 2015 lalu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1436 H yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Din Syamsuddin, dan Sekretaris Umum Agung Danarto.

Dalam Maklumat (Nomor 01/ MLM/I.0 E/2015) disebutkan, sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah bahwa 1 Ramadhan 1436 H jatuh Kamis Pon, 18 Juni 2015. Sedang 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, tanggal 17 Juli 2015.

Sementara itu serupa dengan Menteri Agama, Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr Abdul Salam Nawawi mengatakan bahwa awal Ramadan tahun ini tidak akan ada perbedaan, baik NU dan Muhammadiyah akan mengawali puasa di hari dan tanggal yang sama.

"Untuk sekarang ini Insha Allah ormas-ormas besar (seperti Muhammadiyah dan NU) sama," kata

Salam juga menyampaikan jika NU selalu memiliki keputusan yang sama dengan ulil amri (pemerintah) terkait penetapan 1 Ramadan serta 1 Syawal, meskipun NU juga selalu melakukan sidang isbat sendiri.

"NU putusannya selalu sama dengan pemerintah meskipun juga melakukan sidang isbat sendiri," ujar Salam. (Aksan Basri)

Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved