Breaking News:

Konflik Oknum Kopassus-TNI AU, Disiplin Prajurit Harus Dievaluasi

Anggota Komisi I DPR Tb Hasanuddin menilai konflik antara oknum anggota Kopassus dengan TNI AU lebih kepada tindakan indisipliner.

Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/10/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Tb Hasanuddin menilai konflik antara oknum anggota Kopassus dengan TNI AU lebih kepada tindakan indisipliner. Menurut Hasanuddin, TNI telah memiliki aturan prajurit tidak dibenarkan keluyuran di kafe.

"Tapi kalau tempat minum ada alkohol artinya dari gaji yang diterima datang secepat itu. Untuk apa prajurit itu sampai bermalam-malam. Ini harus diinvestigasi," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/5/2015)

Hasanuddin menyesalkan peristiwa tersebut. Dimana karena ketidkadisiplinan prajurit menyebabkan terjadinya pembunuhan.

"Kedepan ada satuan yang sering terjadi konflik. Seperti apa tingkat disiplin di satuan itu harus dievaluasi. Pendidikan ke perwiranya gimana harus dievaluasi," kata Politisi PDIP itu.

Komisi I rencananya akan melakukan rapat dengan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada 8 Juni 2015. "Masalah pembinaan harus dibahas," tuturnya.

‎Seperti dilaporkan sebelumnya dilaporkan, pada Minggu dini hari (31/05/2015), terjadi bentrokan antara anggota TNI AU dari Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, dengan anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah.

Akibat dari pertengkaran tersebuy, seorang anggota TNI AU bernama Serma Zulkifli, berpangkat Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.‎

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved