Breaking News:

Tri Rismaharini Kini Jadi PDIP Idol

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kini punya "jagoan" baru yang sedang dielus-elus.

Editor: Rachmat Hidayat
Tribunnews/Irwan Rismawan
Wali Kota Surabaya yang juga kader PDI Perjuangan, Tri Rismaharini memberikan kuliah umum kepada peserta sekolah calon kepala daerah angkatan ke-2 PDIP di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7/2015) lalu. Sebanyak 102 peserta mengikuti sekolah calon kepala daerah yang bertujuan sebagai pembekalan dan persiapan para bakal calon kepala daerah menghadapi pilkada serentak. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kini punya "jagoan" baru yang sedang dielus-elus. Bahkan sosok ini dijadikan Megawati sebagai role model untuk para kepala daerah karena kejujurannya dalam memimpin daerah. Hal ini diungkapkan oleh engamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi

Dikatakan, Megawati mengaku selalu memberi dua jempol untuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma- demikian nama panggilan Walikota Surabaya yang gigih menutup Dolly, lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara ini - kini disorong maju sebagai walikota untuk ke dua kalinya.

"Pujian Megawati kepada Tri Risma Harini ini sebagai sinyal dukungan terhadap kader PDIP untuk terus berkiprah di panggung politik. Tidak menutup kemungkinan, usai memimpin Surabaya bisa jadi Tri Risma akan mengikuti pola Jokowi yang dari Solo dilambungkan PDIP menjadi gubernur Jakarta," kata Ari, Kamis (23/7/2015).

"Menarik jika melihat personalisasi politik dukungan Megawati terhadap kader-kadernya. Pola pembinaan kader potensial seperti Jokowi, Puspayoga yang dari walikota Den Pasar dinaikkan menjadi calon gubernur Bali walai gagal dan kini ke sosok Risma maka bisa jadi Risma akan mengisi bench pimpinan masa depan dari PDIP,"ungkap Ari Junaedi.

Jika Jokowi selama kepemimpinannya tidak memuaskan PDIP, ujarnya, maka di pilpres 2019 sosok Risma, Ganjar Pranowo atau Pramono Anung akan bisa menjadi kader alternatif bagi PDIP.

Megawati, kata Ari, tidak salah jika mengorbitkan Risma mengingat sepak terjangnya memimpin Surabaya sangat luar biasa. Jika kepala daerah lain doyan korupsi, maka Risma punya keanehan yang mencolok yaitu gila kerja.

"Dan kita sangat sulit mencari pemimpin daerah seperti Risma,"jelas Ari Junedi yang mengasuh mata kuliah Humas Politik di Departemen Komunikasi FISIP UI ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved