Breaking News:

Klaim Ditolak BPJS, Orang Tua Bayi Khiren Dipaksa Bayar Rp 124 Juta

BPJS menolak mengganti semua biaya operasi dan perawatan Khiren sebesar Rp 124.826.395 karena terlambat mengurus Surat Eligibilitas Peserta

Facebook
Bayi Khiren saat masih berusia 10 bulan, pasca-menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Kota Jakarta (kiri), bulan Mei 2015 lalu, dan bayi Khiren yang saat ini berusia 13 bulan. 

PASANGAN Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini tengah diliputi kerisauan. Siang itu, Jumat 26 Juni 2015, sepucuk surat baru saja diantarkan oleh petugas pos ke ke kediaman mereka di Komplek Bumi Minang II Blok J No 4 Korong Gadang Kuranji, Padang, Sumatera Barat.

Surat dengan kop  Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta itu adalah surat peringatan pertama (SP1) dari pihak rumah sakit kepada pasangan muda tersebut, berisi peringatan agar segera melunasi utang sebesar Rp  124.826.395.

Syaifuddin dan istrinya memang memiliki utang pada rumah sakit yang berada di bilangan Jalan S. Parman, Jakarta Barat tersebut. Satu bulan sebelum menerima surat peringatan dari pihak rumah sakit, putri kedua mereka, Khiren Humaira Islami, menjalani operasi VSD Closure pada tanggal 20 Mei 2015.

Khiren yang saat itu baru berusia 10 bulan, didiagnosa menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe Ventricular Septal Defect (VSD) pada sekat bilik jantungnya, atau dikenal dengan istilah jantung bocor. Penyakit jantung bawaan itu didiagnosa ketika Khiren masih berusia 20 hari.

Dewi, ibunda Khiren menuturkan bahwa sejak lahir putri keduanya itu sudah mengalami penyakit sesak napas. Pertumbuhan dan perkembangan Khiren juga terlambat akibat jantungnya yang bocor itu. Sejak lahir pula Khiren sudah sering keluar masuk rumah sakit, mulai dari rawat jalan sampai dengan rawat inap. "Untuk rawat inap saja sudah lima kali. Tiga kali di RSUP M. Jamil Padang, dua kali di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta," kata Dewi kepada Tribunnews, beberapa waktu lalu.

Setelah menjalani beberapa proses medis, Khiren ahirnya menjalani operasi pada tanggal 20 Mei, lebih cepat dua hari dari jadwal semula, yakni tanggal 22 Mei 2015. Saat itu, Khiren dioperasi dengan jaminan BPJS yang telah diurus secara bertingkat dari faskel tingkat I (puskesmas ambacang), dan RSUD M Jamil Padang, dan kemudian diteruskan dengan mendaftar di loket BPJS Harapan Kita.

Hanya saja lantaran panik menghadapi kondisi Khiren yang akan menjalani operasi tersebut, Dewi dan suaminya terlambat mengurus Surat Eligibilitas Peserta (SEP) atau surat jaminan rawat inap, yang dalam aturannya harus diurus dalam waktu 3x24 jam. Akibatnya, pihak BPJS kemudian menolak mengganti semua biaya operasi dan perawatan Khiren sebesar Rp 124.826.395. Oleh pihak RS Harapan Kita, Khiren dikategorikan sebagai pasien umum, sehingga semua biaya perawatan dan operasi harus dibayar dengan biaya pribadi.

Asisten Manajer Departemen Hubungan dan Lembaga BPJS Kesehatan, Suciati Mega Wardhani, dilansir dari keterangan tertulisnya mengatakan, orang tua Khiren baru melapor ke loket BPJS Kesehatan untuk mengurus jaminan rawat inap pada tanggal 5 Juni 2015. Menurutnya, di loket CAO (Central Admission Office), keluarga pasien telah dijelaskan dan diinformasikan oleh petugas rumah sakit. "Dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka BPJS Kesehatan tidak dapat menjaminkan perawatan pasien tersebut," ujar Suci.

Namun Dewi membantah pernyataan Suci itu. Menurut Dewi, pihak BPJS dan rumah rumah sakit sama sekali tak pernah secara lisan menegaskan bahwa SEP harus diurus dalam waktu 3x24 jam, dan jika tidak diurus tidak pernah dijelaskan bahwa pasien akan menjadi pasien umum, sehingga harus membayar sendiri.

"Dalam masa 3x24 jam tak satupun petugas yang mengingatkan untuk melengkapi SEP tersebut. Saat mau operasi juga tak ada petugas yang mencek kelengkapan administrasi Khiren. Bahkan selama 17 hari dirawat, tidak ada petugas yang mengingatkan tentang SEP. Malahan untuk menebus obat dan mendatangkan dokter paru anak dari rumah sakit lain, serta untuk persiapan tes TBC, masih dijamin oleh BPJS setelah 7 hari Khiren dirawat," kata Dewi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved