Breaking News:

JK dan Rini Diminta Jelaskan Tiga Proyek yang Dkiritik Rizal Ramli

JK belum menjelaskan apa-apa terkait proyek tersebut.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Edwin Firdaus
Diskusi Kemandirian Bangsa Ke-XII Kisruh Istana di Bisnis negara: Antara Utang dan Kepentingan?. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mendorong Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersedia menjelaskan alasan kenapa pemerintah perlu merealisasikan tiga proyek besar yang dibayangkan masyarakat bisa menjadi icon hebat Pemerintahan Jokowi-JK.

Tiga proyek tersebut adalah proyek pembelian pesawat Airbus A350 oleh Garuda, Proyek Listrik 35000 MW‎ dan pengadaan kereta cepat atau Trans Jakarta-Bandung, yang notabene akan didanai oleh utang luar negeri.

Sebab Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, sudah mengatakan itu merupakan proyek yang tidak realistis tapi justru menuai protes JK. Apalagi sejauh ini, JK belum menjelaskan apa-apa terkait proyek tersebut.

"‎Kami mendorong jawaban JK kenapa? Tapi jangan cuma bluffing ya. Atau cuma jawab, 'Ya karena itu anda saya tunjuk jadi menteri'. Ya menterinya sudah katakan, 'kita tidak realistis Pak 35.000 watt' itu," kata Ray dalam diskusi di Kedai Kopi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/8/2015).

Ray juga mengingatkan agar JK tidak main-main dalam proyek yang dibiayai oleh utang. Padahal menurut catatan Bank Indonesia, hingga April 2015, menunjukan total utang luar negeri Indonesia sudah mencapai 300,292 Miliar Dollar AS. Apalagi bila ditambah tiga proyek tadi yang ujung-ujungnya bila tak terbayar BUMN, maka akan kembali membebani masyarakat.

Dalam kesempatan sama, Ray juga meminta Menteri BUMN bisa menjelaskan secara rinci alasan pihaknya harus merealisasikan proyek pembelian pesawat untuk Garuda dan Kereta Cepat Trans Jakarta-Bandung.

Sebab karena kritikan Rizal Ramli, yang sebelumnya diasumsikan masyarakat akan bermuara dicopot dari kabinet, justru kini ditambah wewenangnya oleh Presiden Jokowi.

"Rini juga jelaskan Kenapa harus beli pesawat dan trans Jakarta- Bandung? kalau tetap tidak mau menjawab, dan malah menyatakan itu urusan BUMN, ya menurut kami yang harus dipecat itu Rini bukan Rizal," tegas Ray.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved