Breaking News:

Ibadah Haji 2015

Jemaah Tak Boleh Kembali ke Kloter Asal Selama di Madinah

Guna mempermudah identifikasi selama di Madinah, jemaah calon haji sebaiknya mencatat kloternya.

Tribunnews.com/Adi Suhendi
Jemaah calon haji asal Indonesia saat tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH - Kendala visa mengakibatkan banyak jemaah calon haji tak berangkat sesuai kelompok terbangnya. Guna mempermudah identifikasi selama di Madinah, jemaah sebaiknya mencatat kloternya.

Proses penggabungan dengan kloter asli baru bisa dilakukan saat jemah calon haji sudah di Mekkah. Selain itu, untuk mempermudah petugas mengidentifikasi jemaah bila tersesat di wilayah Madinah, mereka diimbau mengingat nama pemondokannya.

“Itu dilakukan agar seluruh hak jemaah haji baik untuk layanan salat Arbain, katering, akomodasi, atau transportasi daratnya terpenuhi dan tidak mengalami kendala,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Nasrullah Jasam di Kantor Misi Haji Indonesia, Kamis (27/8/2015).

Selain itu jemaah diminta membubuhkan nomor kloter keberangkatan di atas kertas untuk kemudian ditempel di gelang identitas menggunakan lakban transparan. Ini perlu secepatnya disosialisasikan agar jemaah tak kembali ke kloter aslinya saat tiba di Madinah.

Bila kembali ke kloter awalnya, petugas akan kesulitan melakukan identifikasi saat jamaah tersesat di sekitar Madinah.

Nasrullah menjelaskan, pindah kloter hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki kriteria tertentu di antaranya, pertama, jemaah haji yang sakit sehiingga harus dipulangkan lebih cepat atau diundur ke kloter berikutnya. Kedua, kembali ke kloter awal bagi jemaah haji yang ditunda keberangkatannya disebabkan suatu hal, dan jemaah haji yang harus pulang lebih cepat karena kepentingan dinas yang dibuktikan dengan surat tugas yang sah.

“Guna memberikan hak pelayanan kepada jemaah haji dan kesesuaian pertanggungjawaban serta melaksanakan ketentuan dari Muassasah Adilla, di Daker Madinah tidak diperbolehkan melakukan proses tanazul (pindah kloter), sehingga apabila terdapat jemaah haji yang sesuai kriteria di atas harus melakukan tanazul, seluruhnya dapat mengajukan di Daker Madinah,” ungkap dia.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved