Senin, 13 April 2026

Mendagri Sebut Harus Ada Tindakan Tegas Terkait Kebakaran Hutan

Sehingga di kemudian hari, tidak lagi ada kejadian serupa

Penulis: Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menkopolhukam Luhut Panjaitan (kiri) bersama Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) menjabat pertanyaan wartawan usai mengadakan rapat kordinasi di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Rabu (16/9/2015). Menkopolhukam Luhut Panjaitan melakukan rapat koordinasi bersama Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menlu Retno Marsudi membahas penyanderaan dua WNI yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka di Papua New Guinea. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meyakini akan terus ada kasus kebakaran lahan dan hutan sehingga terjadi bencana asap di sejumlah daerah tertentu bila tidak ada tindakan tegas dari otoritas terkait dan penegak hukum.

Karena itu, ‎di era pemerintahan sekarang, kata mantan Sekjen PDI Perjuangan itu pihaknya akan intens koordinasi, sehingga tindakan tegas dapat dilakukan kepada para pelaku pembakaran tersebut.

Sehingga di kemudian hari, tidak lagi ada kejadian serupa atau tidak ada lagi yang berani melakukan demikian untuk kepentingan pribadi atau kelompok atau perusahaan.

‎"Sekarang penindakan tegas harus diterapkan tanpa pandang bulu‎," ujar Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Siapapun, yang terbukti membakar hutan dan lahan, kata Tjahjo, akan mendapat ganjarannya.

Kemendagri sendiri, ujar Tjahjo, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti kepolisian, Gubernur, Bupati, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, guna merumuskan tindakan tegas setelah proses hukum berjalan. Utamanya terhadap suatu perusahaan yang terbukti mengintruksikan ‎melakukan pembakaran lahan.

"Akan ada pengumuman agar di blacklist secara terbuka dan diproses pidananya terhadap perusahann kehutanan atau perkebunan yang sengaja membakar lahan atau menyuruh masyarakat membakar lahan atau hutan untuk perluasan perkebunan. Kalau tidak tegas ya tiap tahun akan berulang kembali," kata Tjahjo.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved