Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Didesak Mundur, Setya Novanto: Mudah-mudahan Masyarakat Mengerti

Novanto menuturkan, sebagai Ketua DPR, dirinya selalu berupaya menjaga marwah dan wibawa lembaga legislatif tersebut.

Didesak Mundur, Setya Novanto: Mudah-mudahan Masyarakat Mengerti
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Ketua DPR RI Setya Novanto usai menemui Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres Jakarta, Senin (16/11/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah Ketua DPR Setya Novanto dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Menteri ESDM Sudirman Said, desakan mundur kepada politikus Golkar itu pun mengalir deras.

Novanto pun menyerahkan desakan mundur itu kepada 560 anggota DPR.

"Anggota DPR itu ada 560. Jadi, 560 ini tentu saya semua percayakan kepada pihak pihak semua. Semua saya serahkan lah," kata Novanto di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Novanto menuturkan, sebagai Ketua DPR, dirinya selalu berupaya menjaga marwah dan wibawa lembaga legislatif tersebut.

Kalau DPR gaduh karena dirinya, ia pun meminta dimaafkan oleh para anggota dewan.

"Jadi, kalau sampai ada ini akhirnya terjadi kegaduhan, saya minta maaf sekali."

"Mudah-mudahan kita harapkan, masyarakat juga mengerti, teman-temen di DPR juga ngerti," tuturnya.

Masih kata Novanto, dirinya mendapat amanah sebagai Ketua DPR adalah berbuat terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dirinya tentu berharap agar masyarakat serta khususnya anggota DPR dapat mengerti kasus yang dialaminya saat ini.

"Saya tentu mengharapkan DPR ini bisa dipercaya oleh masyarakat. Itu tujuan saya. Bekerja, bekerja, bekerja. Tidak ada hal-hal lain," tandasnya.

Awalnya, Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto kepada MKD dengan tuduhan melakukan tindakan tidak terpuji karena mencatut nama Presiden kepada Freeport.

Saat bertemu petinggi Freeport, Novanto didampingi seorang pengusaha, Reza Chalid.

Hal tersebut diketahui dari dokumen laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Di bagian atas laporan ini terdapat kop berlogo Kementerian ESDM. Surat dicatat dengan nomor 9011/04/MEM/2015, perihal "laporan tindakan tidak terpuji Sdr. Setya Novanto". (*)

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Robertus Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved