Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Effendi Simbolon Curiga ada Konspirasi Maroef Sjamsoeddin dengan Sudirman Said

Effendi Simbolon menduga ada konspirasi yang dilakukan oleh Menteri ESDM Sudirman Said dengan bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Effendi Simbolon Curiga ada Konspirasi Maroef Sjamsoeddin dengan Sudirman Said
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan didengarkan oleh CEO Freeport-McMorran James Robert Moffett (tengah), dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin (kiri) di gedung Kementrian ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Simbolon menduga ada konspirasi yang dilakukan oleh Menteri ESDM Sudirman Said dengan bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Hal itu terkait laporan Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) soal dugaan pencatutan nama presiden dan wapres oleh Ketua DPR Setya Novanto.

"Ketika kejadian dari tiga kali pertemuan memang dihitung betul. Ketika tidak ada lagi jalan lain, Maroef juga bagian dari konspirasi Sudirman Said," kata Effendi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan, Maroef perlu dipanggil oleh MKD untuk dimintai keterangan.

Hal itu untuk mengetahui apakah Maroef yang mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menyalahi wewenang.

"Karena dia (Maroef) berikan rekaman, nah ini yang harus dipanggil. Apakah mantan wakil BIN gunakan wewenang BIN? Karena kita harus ketahui bahwa tidak bisa gunakan instrumen BIN untuk kepentingan usaha swasta asing," ujarnya.

Menurut Effendi, Presiden Joko Widodo harus segera menertibkan kasus ini.

Karena menurutnya, patut diduga ini adalah perang kepentingan dua kelompok yang berbeda.

"Pimpinan DPR posisinya dijadikan batu lontar untuk menaikkan pertarungan ini. Saya rasa Setya Novanto harus lebih peka melihat dinamika yang berkembang," katanya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved