Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Rekaman Suara; Ada yang akan Beli Jet Pribadi jika Freeport Jalan

Dalam laporannya, Sudirman Said melampirkan bukti rekaman yang diserahkan Rabu (18/11/2015).

Rekaman Suara;   Ada yang akan Beli Jet Pribadi jika Freeport Jalan
KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said seusai melaporkan anggota DPR pencatut nama Presiden dan Wapres ke Mahkamah Kehormatan Dewan, Senin (16/11/2015). 

Tribunnews.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan atas tuduhan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjamin lancarnya renegosiasi kontrak karya PT Freeport.

Dalam laporannya, Sudirman melampirkan bukti rekaman yang diserahkan Rabu (18/11/2015).

Bukti itu diserahkan oleh staf khusus Menteri ESDM Said Didu dan Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Hufron Asyrofi.

Malamnya, cuplikan rekaman itu diperdengarkan dalam acara "Mata Najwa" di televisi.

Dalam cuplikan rekaman kedua, terdengar pembicaraan yang menyebut Presiden dan nama Luhut. Ada tiga orang yang berbicara dalam rekaman itu.

+ Saya yakin karena Presiden kasih kode begitu. Berkali-kali segala urusan di DPR selalu segitiga. Pak Luhut, saya, Presiden, setuju, gitu aja...

+ Saya ketemu Presiden, sudahlah, cocok. Artinya dilindungi keberhasilan semua. Belum tentu dikuasai menteri-menteri yang kayak gini, Pak.

+ Enggak ngeri. Itu strategi, Pak.

+ Henry Kissinger-nya itu, Pak.

Selain itu, cuplikan rekaman juga memperdengarkan kalimat yang diduga sebagai imbalan yang didapat jika renegosiasi Freeport berjalan lancar.

Halaman
12
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved