Rizal: Sudirman Tak Mengerti Kelola Migas, Kalah Sama Dirjennya

Sindiran itu dilontarkan karena Rizal menilai Sudirman tak paham mengelola minyak dan gas.

Rizal: Sudirman Tak Mengerti Kelola Migas, Kalah Sama Dirjennya
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli kembali menyindir koleganya di kabinet kerja, Menteri ESDM Sudirman Said.

Sindiran itu dilontarkan karena Rizal menilai Sudirman tak paham mengelola minyak dan gas.

Menurut Rizal, pekan depan, dirinya akan memanggil para Dirjen di KemenESDM untuk membicarakan rencananya mengurangi porsi negara atas hasil produksi migas.

Sebab sekarang kata mantan Menko Prekonomia itu harga ‎migas sedang mengalami penurunan, dan seharusnya ada insentif yang diberikan ke pengusaha produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar tetap bertahan.

Untuk diketahui kata Rizal, saat ini negara mendapat bagian 85 persen dan KKKS 15 persen dari hasil produksi minyak.

Sedangkan dari produksi gas KKKS mendapat 30 persen, adapun negara mendapat 70 persen.

"Pembagian production sharing harus fleksibel. Kalau sekarang misalnya 85 banding 15, kenapa enggak 80 banding 20 untuk sementara. Lebih bagus ada aktivitas, ada lapangan pekerjaan, proven reserve kita nambah dari pada tetap bermimpi 85 banding 15. Ini yang saya maksud berpikir out of the box," kata Rizal di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

‎Rizal lebih jauh menilai bahwa anjloknya harga minyak dunia ini juga memengaruhi biaya kegiatan eksplorasi yang kini turut mengalami penurunan.

Sebab, perusahaan minyak dan gas mengurangi kegiatan eksplorasi dan membuat perusahaan peralatan eksplorasi sepi peminat.

Dengan insentif tersebut, tekan mantan Kepala Bulog itu, cadangan minyak nasional akan meningkat, karena kegiatan eksplorasi bisa terus berjalan.

Sehingga pada saat harga minyak dunia kembali naik, maka cadangan minyak nasional sudah banyak.‎

"Oil and gas harganya turun, kondisi ini akan berlangsung 3 sampai 5 tahun mendatang, artinya apa perusahan dirling eksplorasi harganya jatuh luar biasa," tegas Rizal.

Karena itu, tegas dia, pihaknya segera memanggil para pejabat di lingkungan KemenESDM guna membahas hal tersebut.

"Kalau menterinya enggak mau datang, ya sudah. Dari dulu saya undang, enggak mau datang, enggak penting tapi juga karena saya pentingnya sama dirjennya, karena lebih mengerti dirjennya daripada menterinya," kata Rizal.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved