Breaking News:

Nama Presiden dan Wapres Dicatut

Wacana Kocok Ulang Pimpinan DPR, Nama Puan Maharani Muncul

Hasrul Azwar mengemukakan adanya wacana kocok ulang pimpinan DPR.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan sambutan saat menghadiri acara peringatan HUT ke-70 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/12/2015). Peringatan HUT ke-70 PGRI dihadiri oleh sekitar 115 ribu guru dari berbagai daerah dan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Ketua DPD Irman Gusman. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar mengemukakan adanya wacana kocok ulang pimpinan DPR.

Hal itu muncul pascapengunduran diri Setya Novanto sebagai Ketua DPR pada Rabu (16/12/2015) malam.

Hasrul mengatakan terdapat dua wacana yakni kembali pada mekanisme proporsional atau sesuai tata tertib saat ini.

Bila mekanisme proporsional yang diambil maka pemenang pemilu otomatis berdasarkan perolehan suara di pemilihan legislatif.

"Tapi itu harus revisi UU MD3. Mungkin ini yang ditunggu Puan (Puan Maharani), Makanya dia belum diganti," kata Hasrul di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Hasrul menghormati keputusan Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Ia mengingat saat Presiden Soeharto juga mundur atas desakan masyarakat.

"Dulu presiden mundur, sekarang Novanto. Sama-sama dari Golkar lagi. Jadi nasib Novanto tragis dihajar luar dalam," kata Anggota Komisi III DPR itu.

Ketika ditanyakan tidak adanya vonis Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR terhadap perkara 'Papa Minta Saham', Hasrul menilai terpenting Novanto telah mundur dari jabatannya.

"Yang dipermasalahkan jabatan melekatnya sebagai ketua DPR. Jadi cukuplah untuk Novanto, dia sudah cukup menderita Lahir Batin. Enggak perlu ada vonis MKD toh dia sudah lepas jabatan," kata Hasrul.

Diketahui, Puan Maharani masih tercatat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019.

Sebab, PDIP belum melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved