Ide Gedung Merah Putih KPK Muncul Setelah Sang Arsitek Salat Malam

Warna merah putih pada dinding gedung 16 lantai di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, begitu kuat menarik perhatian

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Permadi Herry Putranto, arsitek gedung baru KPK 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warna merah putih pada dinding gedung 16 lantai di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, begitu kuat menarik perhatian mata para pengguna jalan. Gedung tersebut merupakan kantor baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa (29/12/2015).

Ada kisah menarik di balik sang arsitek, Permadi Herry Putranto (59), mendapatkan ide konsep warna merah putih untuk gedung baru KPK itu. Yah, ide itu muncul setelah sang arsitek melaksanakan salat malam dan memanjatkan doa kepada Tuhan di kala dirinya kesulitan menentukan konsep dinding gedung.

"Sepulang dari bertemu pimpinan KPK, saya kembali ke kantor di Bandung. Saat jam 9 malam, saya salat Isya dan salat malam," kata Permadi saat Tribun ditemui usai peresmian gedung baru KPK.

Menurutnya, mulanya dirinya kesulitan dan membutuhkan waktu beberapa minggu dalam menentukan konsep yang akan dipakai untuk gedung baru KPK. Namun, ia mendapatkan ide merah putih tersebut justru dalam waktu 10 menit.

"Jadi, proses mendapatkan ide konsep merah putih itu sendiri pas setelah salat malam itu saja, cuma sekitar 10 menit," ujarnya.

Permadi merupakan Ketua Tim perencanaan dan arsitek dari PT Pandu Persada Bandung yang memenangkan tender melalui 'body contest' untuk pembuatan gedung baru KPK pada pertengahan 2013.

Saat itu, tim perencana perusahaan tersebut menawarkan empat pilihan konsep atau desain ke lima pimpinan KPK kepemimpinan Abraham Samad. Namun, saat itu kelima pimpinan tidak kompak atau mempunyai pilihan masing-masing terhadap keempat konsep tersebut.

Saat itu, Permadi dan timnya kebingungan untuk memutuskan desain dan konsep gedung yang akan dibangun.

Di sisi lain, timnya dituntut target waktu secepatnya untuk menyelesaikan perencanaan dan realisasi pembangunan gedung baru KPK. Sebab, semua itu saling terkait dengan penggunaan anggaran APBN yang disetujui oleh DPR RI.

"Jadi, saat itu saya dan tim sudah buntu dan pasrah saja. Sementara dituntut waktu yang mepet. Kalau tidak semua gagal dan tidak bisa dibangun gedung ini," ujarnya.

"Kami di-deadline karena anggaran tahap pertama disetujui dari DPR nya sebesar Rp35 miliar itu tidak di awal tahun, tapi di pertengahan tahun 2013. Maka ketika perencanaan gedung jadi, pembangunan kontruksi bangunan harus dilakukan tender kontraktor penggerjaan dan macam-macamnya. Itu perlu waktu. Seharusnya waktunya 6 bulan untuk proses itu, tapi jadi satu setengah bulan. Jika belum ada juga kontraktor yang terpilih, maka uang yang disetujui DPR harus dikembalikan lagi ke kementerian," paparnya.

Lantas, Permadi kembali ke kantornya di Bandung seusai pertemuan dengan pimpinan KPK di Jakarta.

Saat itu, Permadi sebagai seorang muslim hanya bisa pasrah dan melaksanakan salat malam seraya memanjatkan doa untuk meminta petunjuk dari Tuhan.

"Dalam salat malam saya itu, saya berdoa dan berserah diri kepada Allah minta petunjuk, 'Ya Allah berikan saya bentuk gedung KPK yang bisa diterima oleh bangsa Indonesia'. Saat itu, saya sudah pasrah dan tim pun sudah pusing dengan alternatif konsep yang belum sreg," ungkapnya.

Ia kembali ke meja kerjanya untuk mencari ide konsep lain gedung baru KPK yang akan dibangun. Tiba-tiba, sebuah buku bacaan yang tergeletak di meja kerja menarik perhatian matanya. Sebab, ada ruang renggang dari lembaran kertas buku tersebut.

Ia melihat pin logo KPK terselip di antara lembaran buku. Sesaat ia teringat, pin tersebut merupakan pemberian seorang pegawai KPK beberapa waktu sebelumnya.

Logo tersebut terdiri dari warna merah, putih dan tulisan KPK berwarna hitam. Dari logo KPK itu lah akhirnya Permadi terinspirasi untuk membuat desain warna gedung baru KPK.

"Buku itu sudah lama, tapi saya hampir nggak pernah buka. Waktu saya lihat, buku itu sedikit terbuka, lalu saya buka lembaran yang terbuka itu dan melihat logo KPK. Di logo itu lah saya lihat ada warna merah, putih dan tulisan KPK dengan warna hitam," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved