Menteri Pertanian Minta Disadap KPK

"Lebih baik disadap sekarang dari pada disadap nanti (jika diketahui ada korupsi)," kata Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian Minta Disadap KPK
KEMENTAN/KEMENTAN
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai melakukan panen raya padi memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani penerima bantuan di Kelurahan Toshiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sabtu (24/10/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meningkatkan pengawasan kepada institusinya.

Penegasan itu disampaikan Amran dalam sambutannya pada acara penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2016 di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Amran bahkan meminta lembaga anti-rasuah tersebut yang pada acara itu diwakili anggota Deputi Pencegahan KPK agar melakukan penyadapan kepada Kementeriannya.

"Lebih baik disadap sekarang dari pada disadap nanti (jika diketahui ada korupsi)," kata Amran Sulaiman.

KPK juga diminta Amran untuk lebih sering mengunjungi kantornya agar pengawas atas Kementerian Pertanian lebih ketat.

"KPK kalau bisa datang ke sini setiap hari. Periksa setiap hari. Jangan setelah lima tahun kami menjabat baru diperiksa," katanya.

Pada acara yang disaksikan pihak Kejaksaan dan Kepolisian, Amran juga mengapresiasi kerja penegak hukum.

Menteri Pertanian mengapresiasi kerja polisi yang telah berhasil menangkap 40 orang pengoplos pupuk selama 2015.

"Kalau bisa tahun ini tangkap 40 lagi," canda Amran.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved