Surya Paloh: Kocok Ulang Pimpinan DPR Bukan Sesuatu yang Urgen
Menurut Paloh yang dapat dilakukan terlebih dulu adalah merevisi UU MD3
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan saat ini kocok ulang pimpinan DPR bukan merupakan sesuatu yang penting dan menjadi prioritas.
Menurutnya yang penting saat ini adalah menjaga harmonisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif.
"Bagi saya, saya belum melihat itu suatu hal yang cukup urgen ya," ujar Paloh usai acara Rakernas 1 PDIP, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/1/2016).
Menurut Paloh yang dapat dilakukan terlebih dulu adalah merevisi Undang-undang nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).
Kata Paloh perlu dikaji terlebih dulu dan ia mempercayakan kepada fraksi untuk menelaah dan mengkaji wacana kocok ulang pimpinan DPR.
"Saya pikir kalau saya, saya percayakan pada fraksi untuk melakukan berbagai penelaahan lebih lanjut. Dan tentu lobi-lobi yang diperlukan untuk itu," katanya.
Wacana kocok ulang pimpinan DPR kembali mencuat setelah lengsenya Setya Novanto sebagai ketua DPR lantaran kasus 'Papa Minta Saham'.
Wacana tersebut kembali muncul setelah adanya isu Ade Komaruddin tidak akan mulus dalam pelantikan ketua DPR.
Penyebabnya, pelantikan Ade masih terganjal polemik di internal Fraksi Golkar.
PDI Perjuangan sendiri menegaskan tidak Akan menghadiri pelantikan Ade Komaruddin apabila dilangsungkan Senin esok (11/1/2015).
Pelantikan Ade berbarengan dengan acara Rakernas 1 PDI Perjuangan di JI Expo Kemayoran, Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ketua-dpr-terpilih-ade-komaruddin_20151217_234313.jpg)