Kontroversi Gafatar

Menteri Agama: Gafatar Ingin Satukan Agama Islam, Yahudi dan Kristen

Menurutnya, doktrin yang diajarkan tidak layak untuk diikuti.

Youtube
Gafatar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyarankan agar masyarkat tidak mengikuti Organisasi Gafatar.

Menurutnya, doktrin yang diajarkan tidak layak untuk diikuti.

"Tentu ini bukan organisasi yang layak untuk diikuti masyarakat," ujar Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Lukman juga mengatakan organisasi ini tidak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, dari sisi agama menurut Lukman tidak sesuai dengan pokok-pokok ajaran Islam.

"Kalau dari sisi agama atau paham yang mereka sebar luaskan, dari kajian yang dilakukan MUI, paham yang dikembangkan tidak sebagaimana paham yang secara mainstream pokok-pokok ajaran Islam. Mereka juga tidak menyatakan diri sebagai Islam. Tapi mereka ingin menyatukan agama Ibrahimiyah, seperti Islam, Yahudi dan Kristiani," ucap Lukman.

Organisasai Gafatar ini juga telah dianggap pihak Istana sebagai organisai yang meresahkan.

"Kami diminta memantau oleh Presiden hal yang berkaitan dengan Gafatar ya, karena memang ini menjadi meresahkan," ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan.

Pramono mengatakan keresahan tersebut lantaran banyak kasus serupa yang dialami dokter Rika yang sempat dikabarkan menghilang di beberapa daerah.

"Tetapi ini sudah dianggap cukup membuat keresahan di publik karena ternyata yang hilang ataupun yang ini kan bukan hanya hal berkaitan dengan dokter Rika, ternyata ada beberapa yang lainnya," ucap Pramono.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved