Breaking News:

Kasus Pelindo II

RJ Lino: Saya Jauh Lebih Kaya Sebelum Jadi Direktur di PT Pelindo

"Oh yah, saya jauh lebih kaya sebelum jadi direksi Pelindo,"

Tribunnews.com/ Abdul Qodir
Richard Joost Lino atau RJ Lino 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino, mengklaim harta kekayaannya Rp 33 miliar bersumber dari pendapatan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Ia meyakinkan, hartanya tidak ada yang terkait dengan kasus korupsi, termasuk pengadaan 10 unit mobile crane yang tengah disidik Bareskrim Polri.

"Oh yah, saya jauh lebih kaya sebelum jadi direksi Pelindo," kata Lino usai mengklarifikasi harta kekayaannya ke penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Hal ini disampaikan RJ Lino menyusul adanya hasil audit terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pengadaan 10 unit mobile crane PT Pelindo II Tahun 2012 sebesar Rp 45 miliar dengan kerugian negara mencapai Rp 37,9 miliar dan mencantumkan peningkatan harta Lino sebesar Rp 33 miliar.

Lino mengaku tidak mengetahui alasan adanya audit BPK yang menyertakan pendapatan dirinya dari PT Pelindo II.

Tapi yang jelas, menurutnya harta sebesar Rp 33 miliar diantaranya bersumber dari pendapatan gaji dan tunjangan selama 6,5 tahun selama bertugas di PT Pelindo II.

"Kalian tanya sama polisi lah. Saya sudah sampaikan, apa yang saya dapat selama 6,5 tahun, apa yang saya spend," ujarnya.

Menurut Lino, jika dirinya 'main-main' mendapatkan keuntungan terkait proyek PT Pelindo II, maka pelanggaran dirinya itu disampaikan dalam rekomendasi Pansus Pelindo DPR RI.

"Semua sudah diumumkan di Pansus Pelindo DPR, kan di situ ada PPATK dan BPK. Kalau saya aneh-aneh, kan keluar juga di sana," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved