Senin, 25 Mei 2026

TMP dan Hipmi Berbagi Air Bersih Untuk Warga

Sebagai rasa terimakasih atas bantuan dan bakti sosial ini, ia mengimbau warga untuk mampu menjaga fasilitas.

Tayang:
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Hendra Gunawan
ISTIMEWA
Bakti sosial yang digelar DPP Taruna Merah Putih (TMP) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Peduli dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Sabtu (27/2/2016) di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hidup itu sekali, maka harus bermanfaat bagi sesama. Hidup yang bermakna juga adalah hidup yang bisa membantu dan membahagiakan orang lain

"Apabila kita ingin bahagia maka buatlah orang lain bahagia. Hidup ini harus berguna bagi masyarakat, bukan berguna bagi diri sendiri," kata Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/2/2016).

Keberadaan Maruarar di desa ini dalam rangka bakti sosial yang digelar DPP Taruna Merah Putih (TMP) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Peduli dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), dengan dengan tema "Berbagi Air Untuk Kehidupan.

Diketahui, warga di desa ini sangat sulit mendapatkan air jernih dan bersih. Selama ini, untuk mendapatkan air jernih, mereka mengandalkan hujan.

Selain memberi bantuan air bersih, ungkap Maruarar, TMP juga akan memberikan bantuan perlengkapan sepak bola dan memberikan kesempatan kepada anak muda di desa tersebut untuk sekolah bola.

"Saya juga akan memberi bantuan agar anak-anak muda di sini bisa bermain bola. Jika ada yang memenuhi syarat silahkan sekolah bola gratis," kata Maruarar, yang kini memiliki sekolah sepakbola di Jakarta, sebab mau mengubah nasib masyarakat menjadi lebih baik dengan berolahraga.

Terkait dengan kegiatan ini Maruarar juga menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan terus menerus.

Mendengar aspirasi rakyat serta menyapa warga harus dilakukan meski bukan di musim kampanye. "Kita sapa dan bantu rakyat bukan karena ada kepentingan politik saja," tegas Maruarar.

Ketua HIPMI Peduli, Sari W Pranomo, menyatakan sangat senang bisa bekerjasama dengan TMP dan bisa berbagi kepada masyarakat dengan menyediakan air bersih kepada masyarakat kampung Jungur. Pasalnya selama ini mereka mengalami kesulitan untuk menikmati air bersih.

"Kita sudah melaksankan kegiatan ini sejak bulan november dan Alhamdulillah bisa menyerahkan pada bulan Februari. Bantuan yang dilakukan oleh HIPMI yang bekerjasama dengan TMP dan HFI ini murni kemanusian dengan semangat peduli menulong sesama. HIPMI peduli memiliki fokius dalam kemanusiaan bersama TMP dan HFI. Program ini akan dilanjut di tempat lain. Dekat-dekat ini di Bekasi," pungkasnya.

Bantuan ini disambut dengan luapan kebahagian oleh warga. Pasalnya bantuan ini memecahkan persoalan yang dialami warga selama ini yang sangat kesulitan memperoleh air kebersih dan sehat.

Ati (38), warga dusun Jungur menyatakan bahwa bantuan yang telah dilakukan oleh TMP dan HIPMI peduli sangat membantu.

"Saya sangat berterimakasih. Karena selama ini warga di sini sangat kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.

Selama ini, ia bercerita untuk mendapatkan air bersih, ia harus berjalan selama satu jam. Kalau musim kemarau, ia dan warga lain harus berjalan sejauh 2 Km dengan menanjak dan menurun, dan dengan menggedong air. "Ini sangat berat," tuturnya.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Raskim (50), ia mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini. Ia merasa gembira dan syukur atas bantuan ini. "Karena air sangat penting bagi kehidupan kita semua," ujarnya.

Ia pun ia merasa salut dan kagum atas keseriusan dan kesungguhan yang telah dilakukan oleh TMP dan Hipmi sehingga pemberian bantuan ini bisa terrealisasi.

"Saya kagum atas keseriusan mereka. Tak mengenal lelah dan selalu memantau untuk kegiatan ini," katanya.

Bantuan ini juga diapresisi oleh pemerintah Desa. Sekretaris Desa Kutalanggeng, Yayat. Sebagai rasa terimakasih atas bantuan dan bakti sosial ini, ia mengimbau warga untuk mampu menjaga fasilitas.

"Saya meminta warga harus menjaganya. Ini sangat berharga. Dan bantuan ini sangat dibutuhkan oleh kami," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Tegalwaru, Udin. Ia mengungkap rasa terimasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepudilian yang telah dilakulan oleh TMP dan HIMPI yang telah memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

"Ini merupakan anugrah, karena air sangat bermanfaat bagi kita. Dan yang telah diberikan harus dimanfaatkan bagi kita semua," katanya.

Menurut Ketua Panitia Dadang Danubrata, untuk memecahkan permasalahan air bersih di desa tersebut, TMP telah berusaha membuat sumber air bersih berupa sumur bor.

Beberapa kali pengeboran gagal. Bahkan, meski bor sudah mencapai 200 meter, air tetap saja tidak keluar.Untuk memecahkan masalah tersebut akhirnya dengan memanfaatkan resapan air sungai, kemudian menampungnya di dalam toren.

"Untuk sampai ke toren, melalui pipinisasi air disedot menggunakan mesin jet pam kemudian ditampung di toren. Agar sehat dikonsumsi, dilakukan penyaringan terlebih dahulu sebelum ditampung di toren. Sebelum ditampung kualitas air harus terjamin kebersihannya," kata Dadang.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved