Soal Kabinet Gaduh, JK Ibaratkan Ribut Suami-Istri di Rumah Tapi Tetangga Tak Perlu Tahu

Rizal menginginkan kilang dibangun di darat, sedangkan Sudirman menginginkan kilang dibangun di laut.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gaduh Kabinet  Joko Widodo - Jusuf Kalla kembali terjadi.

Kegaduhan itu dipicu oleh perbedaan pendapat antara Menteri Kordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Bila sebelumnya kedua pejabat itu ribut soal kontrak PT. Freeport Indonesia, kali ini keributannya dipicu oleh rencana pembangunan kilang blok Masela.

Rizal menginginkan kilang dibangun di darat, sedangkan Sudirman menginginkan kilang dibangun di laut.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menilai perbedaan pendapat adalah suatu hal yang biasa.

Namun ia menyayangkan perbedaan pendapat antara Rizal dan Sudirman, berlanjut hingga keluar rapat kabinet.

"Boleh beda pendapat, tapi di dalam (rapat kaninet)  tidak boleh ke luar. (Ibaratnya suami ribut) dengan istri saja beda pendapat tapi tetangga tidak tahu," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016).

Ia menilai setiap pembantu presiden seharusnya menerapkan hal tersebut, sehingga perbedaan pendapat antara dua orang tidak akan menyebar hingga ke masyarakat.

Apakah Rizal dan Sudirman akan dievaluasi keberadaannya di kabinet, Jusuf Kalla mengaku tidak tahu. Pasalnya evaluasi adalah hak Presiden Joko Widodo.

"Itu tergantung presiden," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved