Sabtu, 30 Agustus 2025

Prahara Partai Golkar

Bambang Trihatmodjo: Konflik Bikin Golkar Lemah dan Diatur-atur Pihak Luar

Untuk itu, ia menyarankan agar eksponen Partai Golkar dari KBA untuk selalau membuka ruang dialog.

Penulis: Edwin Firdaus
ISTIMEWA
Diskusi kecil antara Bambang Trihatmodjo bersama Wakil Ketua Umum Golkar Ciciep Sh Sutardjo, Ketua DPP Partai Golkar, Pontjo Sutowo dan Indra Bambang Utoyo, serta Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono itu, Bambang Triharmodjo 

Edwin Firdaus/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perpecahan dan konflik internal yang berlarut-larut di tubuh Partai Golkar rupanya tidak cuma membuat para fungsionaris partai terlibat “perang dingin” tapi juga membuat para tokoh yang pernah ikut membesarkan partai ini merasa gerah.

Hal itu yang dirasakan oleh mantan Bendahara Umum Golkar era 90-an, Bambang Trihatmodjo.

Dalam pertemuan dan diskusi kecil dengan sejumlah tokoh Partai Golkar di kediamannya, Jakarta, Rabu (16/3/2016), mantan Bendahara Umum Golkar ini prihatin dan menyesalkan terjadinya perpecahan di tubuh Partai Golkar sehingga Partai Golkar akhirnya diatur-atur oleh pihak eksternal.

“Perpecahan dan konflik yang berlarut-larut itu menyebabkan Golkar menjadi lemah dan diatur-atur oleh pihak luar,” katanya.

Seperti diketahui, Keluarga Besar ABRI (KBA) adalah salah satu eksponen pendukung utama terbentuknya Golkar pada tahun 1964 selain birokrasi dan sipil.

Karena itu, ujar Bambang Tri, wajar bila kader Partai Golkar yang berasal dari KBA menginginkan Munas Partai Golkar mendatang dijadikan momentum untuk kebangkitan kembali Golkar sebagai partai modern yang solid.

“Teman-teman Golkar dari keluarga Besar ABRI (TNI) ingin Partai Golkar kembali pada cita-cita awal pendiriannya,” ujarnya.

Dalam diskusi kecil yang dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Golkar Ciciep Sh Sutardjo, Ketua DPP Partai Golkar, Pontjo Sutowo dan Indra Bambang Utoyo, serta Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardono itu, Bambang Triharmodjo berharap Partai Golkar tidak boleh lagi dibiarkan terpecah belah, dan tidak boleh dibiarkan bergantung pada orang lain.

Untuk itu, ia menyarankan agar eksponen Partai Golkar dari KBA untuk selalau membuka ruang dialog.

Baik Bambang Trihatmodjo maupun peserta lainnya sepakat untuk melanjutkan diskusi dalam forum yang lebih luas.

“Kami akan melanjutkan dialog ini dalam forum diskusi yang lebih luas,” ujar Indra Bambang Utoyo.

“Terutama untuk memberi masukan secara kontinyu kepada Ketua Umum Partai Golkar dalam mempersiapkan Munas yang akan datang,” tambahnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan