Nasib Novel Baswedan

Pengadilan Negeri Bengkulu Batalkan SKPP Novel Baswedan

Pengadilan Negeri Bengkulu membatalkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atas perkara dugaan penganiayaan yang melibatkan Penyidik Komisi Pembera

Penulis: Valdy Arief
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Bengkulu membatalkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atas perkara dugaan penganiayaan yang melibatkan Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Novel Baswesdan.

Pengacara korban Novel, Johnson Panjaitan, menyebutkan hakim tunggal Suparman, Kamis (31/3/2016) telah memutuskan menerima permohonan praperadilan yang pihaknya ajukan.

"Putusannya permohonan kami diterima, bahwa SKP2 itu dinyatakan cacat, tidak sah, dan tidak memiliki kekuatan hukum," kata Johnson saat dihubungi Kamis (31/3/2016).

Menurut Johnson, hakim berpendapat berkas kasus Novel sudah lengkap karena sudah diterima pengadilan.

Sedangkan dalih jaksa mengeluarkan SKPP karena perkara sudah kadaluwarsa juga ditolak hakim Suparman.

"Berkas perkara itu sudah dilimpahkan ke pengadilan sehingga tenggang waktu kadaluarsanya terhenti sejak 29 Januari lalu," kata Johnson.

Atas dasar itu, sebut Johnson, hakim menilai perkara Novel dapat dilanjutkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Johnson juga menyebutkan, meski hakim menerima permohonan terkait pembatalan SKPP tapi ada satu poin yang ditolak.

"Kecuali yang satu. Masalah dalil tindakan sewenang wenang, itu saja yang tidak dipenuhi," katanya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved