Breaking News:

Alasan PKB Angkat Zaskia Gotik Jadi Duta Pancasila

Pengangkatan Zaskia menjadi duta Pancasila itu sebagai tindakan yang kurang pas.

Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Penyanyi dangdut Zaskia Gotik bersama kuasa hukumnya, Eddy Ribut dan Sekretaris Jendral Menteri Pertahanan, Widodo, saat jumpa persnya di Gedung Kemenhan RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Polemik kasus pelecehan terhadap simbol negara yang dilakukan pedangdut Zaskia Gotik dan pengangkatan si goyang itik itu menjadi Duta Pancasila, terus menggelinding.

Termasuk di arena Pelatihan untuk pelatih sosialisasi empat pilar MPR bagi para dosen se-Provinsi Lampung.

Beberapa peserta mengkritisi kebijakan yang diinisiasi fraksi PKB MPR.

Pengangkatan Zaskia menjadi duta Pancasila itu sebagai tindakan yang kurang pas.

Karena istilah duta Pancasila, semestinya disematkan kepada figur yang lebih mengerti, memahami dan bisa bersikap lebih baik.

Bukan malah diberikan kepada figur yang sedang disorot karena melakukan pelecehan terhadap simbol negara.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ketua Fraksi PKB MPR RI, Abdul Kadir Karding yang menjadi pembicara dalam pelatihan untuk pelatih pada Sabtu (9/4/2016) mengatakan kasus tersebut tak pelu dibesar-besarkan.

Karena sesungguhnya Zaskia tidak sengaja melakukan pelecehan.

"Kesalahan itu terjadi secara reflek, lantaran ketidaktahuannya terhadap simbol negara," kata Karding.

Karena itu Karding berharap agar masyarakat bisa memaafkan kesalahan yang dilakukan Zaskia.

Dan tidak perlu mengajukan perkara tersebut ke ranah hukum.

Apalagi, tidak selamanya orang yang dihukum itu bisa menjadi lebih baik.

Banyak juga orang yang dihukum karena kesalahannya menjadi semakin jahat.

"Pengangkatan Zaskia sebagai duta dikandung maksud agar dia mau belajar, berubah dan memperbaiki diri. Juga diharapkan agar Zaskia turut mensosialisasikan Pancasila. Karena sosialisasi yang dilakukan para artis akan lebih gambang dipublikasikan oleh media dibanding politisi," katanya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved