Presiden Jokowi: Keep Calm and Invest in Indonesia

Presiden Joko Widodo mengajak pengusaha Inggris untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden Jokowi: Keep Calm and Invest in Indonesia
BIRO PERS/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Perdana Menteri Kerajaan Inggris David Cameron (kanan) di Downing Street saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris, Rabu (20/4/2016). Selain melakukan pembicaraan dengan PM Inggris, Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan berpidato di depan Parlemen Inggris dan Organisasi Maritim Internasional, lalu akan menemui WNI yang menetap di Inggris. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV 

Laporan Wartawan tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak pengusaha Inggris untuk berinvestasi di Indonesia.

Ajakan tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia.

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara Forum Bisnis Para Pengusaha Indonesia dan Pengusaha Kerajaan Inggris di Hotel Mandarin Oriental, London, Rabu (20/4/2016).

"Sangat jelas bahwa dunia saat ini menghadapi banyak tantangan, dimulai dari transisi perekonomian Tiongkok, tantangan keamanan dan sosial yang terjadi di Eropa, hingga perlambatan ekonomi di berbagai negara di dunia. Menurut saya solusinya sederhana, KEEP CALM and INVEST IN INDONESIA," kata Presiden.

Di depan para pengusaha kedua negara, Presiden meyakinkan bagaimana Indonesia merupakan negara destinasi yang pantas untuk investasi.

Di tengah perlambatan ekonomi dunia, Indonesia masih bisa menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.

"Saat perkiraan pertumbuhan hanya 4,8 persen, tapi kita malah bisa mencapai pertumbuhan di angka 5,04 persen di kuarter ke-4 tahun 2015. Saya yakin Indonesia telah memiliki perekonomian yang stabil," ucap Presiden.

Pembangunan infrastruktur dan investasi disebut Presiden sebagai dua mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

Presiden mengatakan, sejak masa kepemimpinannya pemerintah telah meluncurkan berbagai pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

"Anda bisa cek jurnalis anda di Indonesia, anda bisa menanyakan ke duta besar anda di Jakarta, saya yakin mereka akan kaget dengan banyaknya pembangunan infrastruktur di Indonesia sekarang ini," ujar Presiden.

Untuk meyakinkan pengusaha, Presiden mengatakan akan terus melakukan reformasi ekonomi dengan dua prinsip fundamental yaitu keterbukaan dan persaingan.

"Saya di sini untuk meyakinkan anda, bahwa kami akan terus melakukan reformasi, kita akan terus menyederhanakan perizinan, dan kita akan terus membuka ekonomi kita," kata Presiden.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved